Satu Unit Mobil Truck Terperosok di Jembatan Lae Tinanggam

125

ACEH SINGKIL ketikberita.com | Mobil truk pengangkut terperosok di Jembatan yang terbuat kayu diarea Lae Tinanggam yang terletak di Kecamatan Kuta Baharu ambruk butuh perhatian yang serius oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Yang terjadi kamis kemarin, 17/3/2022.

Keberadaan jembatan yang berada di areal HGU perkebunan kelapa sawit PT Nafasindo, membuat Hendri berinisiatif menyurati pihak perusahaan untuk memperbaikinya.

Sekarang ini, jembatan penghubung dua kecamatan yaitu Kecamatan Kuta Baharu dengan Gunung Meriah ini mengalami kerusakan, sehingga sebuah mobil dan truk terperosok. Jembatan ini sudah lama sangat memprihatinkan, kondisi ini sudah terjadi selama sebulan lebih tidak bisa dilewati mobil bermuatan banyak,” kata Kepala Desa Lentong, Hendri, jumat 18 Maret 2022 melalui via handphone seluler

“Kami mengajukan permohonan izin pemanfaatan kayu jenis sembarang sebanyak 10 batang berdiameter 25-35 cm, dan panjang lebih kurang 12 meter untuk perbaikan jembatan Lae Tinanggam,” ungkap Hendri.

Hendri menambahkan, jembatan kayu Lae Tinanggam ini merupakan satu – satunya akses jalan alternatif dari Kecamatan Kuta Baharu melintasi areal perkebunan PT Nafasindo menuju Kecamatan Gunung Meriah. “Kami berharap ada perbaikan secara total pada jembatan Lae Tinanggam,” kata Hendri.

Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima tanggapan atas permohonan tersebut. Tak hanya itu, ia bersama dengan kepala desa lain di Kecamatan Kuta Baharu juga telah menyampaikan perihal kondisi jembatan Lae Tinanggam kepada kepala daerah

“Pada 15 Februari lalu kami telah menyurati pimpinan PT Nafasindo memohon perbaikan jembatan, dan ditanggapi oleh perusahaan dengan mengatakan nunggu izin dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Wilayah VI Subulussalam,” ungkapnya.

Kemudian pada 14 Maret 2022, pihak pemerintahan Desa Lentong juga telah menyurati KPH Wilayah VI Subulussalam mengenai permohonan izin pemanfaatan kayu untuk jembatan. (R84)