Pemko Medan Bersama Warga Gotong Royong Korek Parit di Pinggir Jalan Provinsi Kawasan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta

330

MEDAN ketikberita.com | Pemko Medan bersama warga melaksanakan gotong royong massal di Jalan Klambir V Kelurahan Tanjung Gusta Lingkungkan II Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (19/3). Kawasan tersebut selalu dilanda banjir akibat parit yang kecil dan bertahun-tahun tersumbat. Maka, pada kegiatan tersebut Pemko Medan mengerahkan alat berat untuk mengorek sekaligus memperbesar parit tersebut.

Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, M. Sofyan, mengatakan, kawasan yang kerap dilanda banjir saat hujan ini berbatasan dengan Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang.

Sofyan mengatakan, jalan di kawasan ini merupakan kewenangan provinsi. Jalannya, tambah Sofyan, memang baik, namun drainasenya tidak diurus dan diperhatikan.

“Objek gotong royong massal pada hari ini adalah parit yang sudah bertahun-tahun tumpat akibat oleh sedimentasi. Akibatnya, saat hujan, parit tidak bisa menampung air hingga terjadi genangan air,” ucap Sofyan di sela-sela kegiatan gotong royong tersebut.

Kondisi ini, lanjut Sofyan, cukup membuat masyarakat repot. Karena itu, masyarakat dibantu petugas Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan Kecamatan Medan Helvetia melakukan gotong royong untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Namun tidak cukup dengan gotong royong. Permasalahannya sudah sangat serius. Dan alhamdulillah, kita tadi dapat informasi, bahwa dalam waktu dua bulan ke depan, Dinas PU Medan membuat drainase dengan menggunakan u-dicth sepanjang satu kilometer di kawasan tersebut, mulai hulu arah Selatan hingga ke Barat,” sebutnya didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan, Syarifuddin Irsan Dongoran dan Camat Medan Helvetia, Putera Ramadan,S.STP

Lurah Tanjung Gusta, Irwanta Ginting, mengatakan, masyarakat cukup direpotkan oleh banjir yang datang setiap kali hujan deras turun. Tinggi air yang masuk ke rumah warga mencapai 30 centimeter.

“Surutnya pun lama. Banjir terakhir, air masuk ke rumah warga tengah malam, namun hingga siang keesokan hari ini belum juga surut. Kita pun terpaksa meminta Dinas PU untuk menyedot air tersebut,” sebutnya.

Dia mengatakan, banjir ini akibat kecil dan tersumbatnya parit di kawasan tersebut. Dia mengatakan, parit yang kecil ini pun dibuat sendiri oleh warga.

“Ini jalan provinsi, tapi tak ada paritnya. Parit kecil yang ada sekarang buatan warga sendiri. Karena itu kita surati Dinas PU. Kalau nunggu-nunggu Provinsi lama,” ungkapnya seraya menyatakan, pembuatan drainase sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan banjir ini kawasan ini. (er)