PAMK- POLDA SU Beraudensi dengan Kapoldasu

37

MEDAN ketikberita.com | Pemuka Agama Mitra Kamtibmas Wilayah Kepolisian Daerah Sumatera Utara (PAMK-POLDA SU) beraudiensi dengan Kapolda SU, Bapak Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH., S.I.K., M. Si, Jum’at (26/01/2024).

Rombongan PAMK-POLDA SU dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya yaitu Prof. Drs. Lahmuddin Lubis, M. Ed., Ph.D, didampingi Sekretaris Umum, Drs. Azhari Musa Purba, Bendahara Umum, Pandita Irwanto, S.Pd.B; Wakil Bendahara, Pendeta Haposan Siregar, D. Th dan Koordinator Bidang Keuangan Fathur Rahman, SE, M.E.

Rombongan diterima langsung oleh Kapolda Sumatera Utara Bapak Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH, S.I.K, M. Si didampingi Dirintelkam Kombes Pol. Dwi Indra Maulana, S.I.K, Dirbinmas Kombes Pol. Muhammad Muslim Siregar, S.I.K dan Kasubdit Polmas Binmas Kompol I Made Parwita, S.I.K, M. Si.

Pada audiens tersebut, Prof. Lahmuddin Lubis, M. Ed, Ph.D yang juga sebagai Guru Besar pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN-Sumatera Utara Medan mengawali pembicaraan dengan memperkenalkan rombongan PAMK, kemudian mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Sumatera Utara kepada Kapolda SU, walau Prof. Lahmuddin Lubis sudah pernah bertemu sebelumnya dengan Kapolda, yaitu ketika acara Do’a bersama Pemilu Damai di Istana Maimun Medan beberapa waktu yang lalu.

Prof. Lahmuddin Lubis juga menjelaskan kronologis berdirinya PAMK-POLDA SU. Kehadiran PAMK- di Sumatera Utara merupakan tindaklanjut MoU antara Menteri Agama dan Kapolri pada tahun 1994 di Jakarta dalam rangka pembinaan masyarakat melalui Bahasa Agama.

Sebagai tindaklajut dari MoU tersebut, di Sumatera Utara dibentuklah wadah yang pada mulanya bernama “Ulama Kamtibmas”, tetapi karena nama atau wadah ini hanya bisa menampung pengurus yang beragama Islam saja, maka pada tahun 2000, wadah ini berganti nama dengan PAMK (pemuka Agama Mitra Kamtibmas) Wilayah Kepolisian Daerah Sumatera Utara disingkat dengan nama PAMK-POLDA SU.

“Melalui nama yang baru inilah, semua pemeluk agama yang resmi di Indonesia (Islam, Kristen Katolik-Protestan, Hindu, Budha dan Konghuchu) direkrut menjadi pengurus. Wadah lainnya yang hampir sama adalah FKUB, akan tetapi forum ini disahkan melalui SK Gubernur. Sementara PAMK-POLDA SU disahkan melalui SK Kapolda,” terang Prof.Lahmuddin Lubis.

Lebih lanjut Prof. Lahmuddin Lubis menjelaskan bahwa selama lebih kurang 24 tahun (2000-2024) PAMK telah menjadi Mitra Utama POLDA SU dalam minciptakan suasana kondusif, keamanan dan ketertiban pada masyarakat melalui Bahasa Agama. Selain PAMK Wilayah (PAMK-POLDA SU), PAMK Tingkat Kab/Kota juga telah dibentuk sebanyak 26 Kab/Kota (Kapolres).

“Oleh karena itu, Pengurus Wilayah sering berkunjung ke Kab/Kota memberi pembinaan sekaligus melantik pengurus. Prof. Lahmuddin Lubis juga menjelaskan beberapa kegiatan yang telah dijalankan selama ini, termasuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menciptakan situasi kondusif pada masyarakat, seperti pada pemilihan Presiden, Legislatif, Gubernur dan Bupati/Wali Kota,” ungkap Prof. Lahmuddin Lubis.

Kapolda Sumut , Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH, S.I.K, M. Si mengucapkan terima kasih kepada Pengurus PAMK yang telah berkunjung ke POLDA SU sekaligus mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh PAMK dalam membantu kepolisian di Sumatera Utara menciptakan situasi kondusif di Sumatera Utara melalui Bahasa Agama.

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH, S.I.K, M. Si juga berharap agar program yang telah ada selama ini dilanjutkan dan jika memungkinkan dikembangkan lagi dengan memberi contoh terbaik pada masyarakat, termasuk dalam menyikapi persoalan yang dihadapi para remaja akhir-akhir ini, seperti tauran, balap liar dan begal.Tindakan anak-anak muda seperti ini sangat meresahkan masyarakat.

“Sebaiknya kita mampu memberi solusi dan meng-edukasi anak-anak yang terlibat tauran, balap liar dan begal tersebut, dengan cara mendatangi rumah mereka dan memotivasi mereka agar lebih baik pada masa yang akan datang, dengan memberi pengetahuan agama dan menyemangati anak-anak muda kita agar mereka kembali kepada fitrah (kembali kepada kesucian dan kebenaran),” ujar Kapolda.

Selain itu, Kapolda berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti dengan mengagendakan pertemuan-pertemuan lanjutan dalam diskusi ringan dan situasi yang lebih akrab.
Sebelum acara audiensi berakhir, Prof. Lahmuddin Lubis menyerahkan tiga buah buku karya beliau, sebaliknya Kapolda memberikan Plakat POLDA SU kepada Prof. Lahmuddin Lubis. Acara Audiensi diakhiri dengan foto bersama. (r/red)