Marzuki Hamid Gotong Royong Di Desa PB.Seulemak Dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)

136

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Wakil Walikota Langsa, Dr H.Marzuki Hamid.MM, melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan riol atau parit yang sudah tersumbat dengan tanah dan sampah di jalan Kartini, Lingkungan Pendidikan Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kecamatan Langsa Baroe, Rabu (9/2/2022).

Gotong royong yang dilaksanakan hari ini untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2022 yang akan datang, gotong royong pada siang hari ini melibat perangkat Gampong (desa) Paya Bujok Seulemak, Staf dan pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH), staf dan pegawai Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, Staf dan pegawai kantor camat Langsa Baroe.

Saat di lokasi gotong royong ini terlihat, Geuchik Gampong Paya Bujok Seulemak, Syafi’i, Camat Langsa Baroe, Zaldy Sofyan, S.STP, Kepada Dusun Pendidikan, Zainal Abidin, Kasie dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), para staf Kantor Camat, Kasie Kantor BPBD Kota Langsa.

Wakil Walikota Kota Langsa, kepada media ini, mengimbau dan mengajak kepada warga Gampong (Desa) dan juga masyarakat kota Langsa khususnya agar peduli dengan kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Kepada masyarakat, “saya menghimbau agar selalu menjaga kebersihan dilingkungan tempat tinggal masing-masing, biasakan diri hidup bersih, hidup sehat tanpa gangguan sampah yang ada dilingkungan,” jelas Marzuki.

Sambungnya, selain itu usahakan agar drainase atau parit tetap steril bersih dan terbebas dari sampah, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya luapan air dari parit pada saat hujan yang bisa menyebabkan banjir.

Disisi lain berkaitan dengan program Pemerintah kota Langsa tentang kebersihan, saya menghimbau kepada masyarakat untuk pembuangan sampah tidak perlu lagi dilakukan keluar rumah ke tempat-tempat yang dilarang yang kebiasaannya dilakukan dipinggir jalan, tandas Wakil Walikota.

“Untuk membuang sampah cukup masukan saja sampah-sampah tersebut kedalam goni, atau masukkan kedalam kantong plastik untuk selanjutnya letakkan pada tempat yang mudah dijangkau dan diambil oleh petugas kebersihan yang ada di Gampong masing-masing dan jika sampah-sampah tersebut belum juga diambil, silahkan koordinasi dengan pihak Gampong (Desa) agar segera diambil, jadi masyarakat tidak perlu lagi membawa sampahnya keluar rumah,” tukas Marzuki.

Di kutip dari laman Tirto.Id, Sejarah asal mula Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati 21 Februari adalah bermula dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang mencanangkan untuk pertama kalinya, untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Karena pada tanggal 21 Februari 2005 terjadi peristiwa Leuwigajah, di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Peristiwa tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah. Tragedi Leuwigajah memicu lahirnya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi. (AA)