Kagum dengan Megahnya Masjid Nurul Islam, Ijeck: Buka 24 Jam dan Hadirkan Kegiatan Menarik

187

MEDAN ketikberita.com | Hadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengaku kagum dengan megahnya Masjid Nurul Islam di Jalan M Nawi Harahap atau biasa disebut Jalan Seksama, Medan.

Masjid yang mulai tampak rampung dalam pembangunan tersebut diminta Ijeck untuk bisa buka 24 jam dengan dilengkapi kegiatan-kegiatan positif yang dapat menarik perhatian kaum muslimin khususnya anak-anak muda.

“Luar biasa ini masjid, megahnya dan ada sekolah tahfiznya. Masjid yang megah ini harus dimakmurkan harus ramailah terutama anak-anak mudanya. Masjid harus buka 24 jam supaya anak anak kita yang bingung mau kemana malam-malam jangan mencari tempat lain, ke masjid aja tapi harus ada kegiatan masjidnya, buat kegiatan-kegiatan positif yang menarik,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah saat menghadiri Isra Mikraj di Masjid Nurul Islam, Sabtu (4/3) malam.

Ijeck juga mengapresiasi panitia pembangunan masjid yang telah bekerja sejak tahun 2019, menurutnya bersamaan dengan pandemi Covid-19 saat itu mustahil untuk bisa mendapatkan sumbangan sebesar biaya pembangunan masjid yang diperkirakan mencapai miliaran tersebut.

“Kalau untuk agama Allah, untuk rumah Allah banyak kemudahan yang akan Allah berikan. Kalau dipikir-pikir tahun 2019 masuk pandemi ekonomi mulai melambat, siapa yang mau menyumbang. Tapi semakin banyak pulak orang yang mau beramal,” ujar Ijeck sembari mengatakan sebelumnya pernah berkunjung ke Masjid Nurul Islam bersama dengan Ustadz Abdul Somad tahun 2018 lalu.

Peringatan Isra Miraj ini, lanjut Ijeck menjadi refleksi perjuangan Nabi Muhammad untuk umatnya khususnya dalam ibadah salat lima waktu. “Semoga kita bisa memaknainya dengan meningkatkan ketakwaan dan mengingat apa yang kita lakukan semua karena Allah,” ujar Ijeck.

Sementara itu Penasehat BKM Masjid Nurul Islam Syahyan menambahkan Masjid Nurul Islam ini menjadi masjid utama bagi masyarakat sekitar yang berada di tiga wilayah Kecamatan Medan Amplas, Medan Denai dan Medan Kota.

“Secara administratif memang di Medan Denai, tapi jamaahnya ada di Medan Kota dan Medan Amplas. Masjid ini sudah lama berdiri dari orang tua kami dan lama kelamaan perlu pembangunan. Pada 2019 adik-adik kita BKM bertekad membangun masjid dan saya sempat berkomunikasi dengan Almarhum Abangda Haji Anif terkait pembangunan masjid ini, tapi karena saat itu covid dan almarhum masih di Australia sempat terhenti, dan mudah-mudahan Bapak Wagub bisa membantu agar masjid ini bisa rampung,” harapnya.

Hadir dalam acara Ketua BKMT Sumut Rosmawati, Ketua BKM Masjid Nurul Islam Hadi Jamil, Penceramah Ustadz Ibnu Djarot Al-Jauhari, Kepala KUA Kecamatan Medan Denai Yahman Hulu, Ketua Panitia Zainal Arifin Barus. (er)