BATU AMPAR (Batam) ketikberita.com | Pelabuhan tikus di sejumlah kawasan pesisir Batam masih menjadi jalur yang kerap dimanfaatkan untuk penyelundupan barang ilegal.
Dari berbagai kasus yang berhasil diungkap, komoditas yang paling banyak diamankan adalah barang – barang berupa sandang pangan dan rokok dari berbagai merek.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan jalur tidak resmi tersebut masih menjadi salah satu pintu masuk barang ilegal ke wilayah Batam dan kita pantau secara diam – diam disekitar pelabuhan tersebut.
Meski demikian, pengawasan terus diperkuat melalui sinergi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
“Yang paling banyak itu berbagai macam barang ilegal keluar masuk .
Untuk lebih lanjut detailnya akan pihak Bea dan cukai serta pihak kepolisian dapat turun kelokasi pulabuhan tikus ,” Ujar Setiawan, Sabtu (11/06/2026), sore.
Menurutnya, pengawasan terhadap pelabuhan tikus tidak dilakukan dengan menempatkan petugas secara permanen di setiap lokasi sehingga leluasa keluar masuk marang ilegal berupa beras dan lain – lainya.
Bea Cukai menerapkan sistem pengawasan berbasis manajemen risiko dengan mengedepankan pengumpulan informasi dan analisis intelijen untuk menentukan titik-titik yang berpotensi menjadi jalur penyelundupan.
“Pengawasan dilakukan melalui manajemen risiko berdasarkan informasi yang kredibel.
Jadi, tidak semua lokasi dijaga terus-menerus karena pelabuhan tikus bukan merupakan kawasan pabean,” katanya.
Roni salah satu warga yang berada dekat lokasi pelabuhan menjelaskan, karakteristik geografis Batam yang memiliki banyak pulau serta garis pantai yang panjang menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan lalu lintas barang ilegal.
Karena itu,Pihak Bea Cukai Batam terus meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait guna mengoptimalkan patroli laut serta pengawasan di wilayah perairan hingga batas yang tertentu dikawasan laut.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi strategi penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan yang memanfaatkan jalur-jalur tidak resmi.
“Dengan sinergi yang semakin kuat, kami berharap upaya penyelundupan barang ilegal ke Batam dapat terus ditekan sehingga masyarakat juga memperoleh perlindungan yang lebih baik,” tutupnya. (r/Indralis)








