Cegah Covid-19, BI Sumut Bantu Peralatan Prokes ke 7 Pesantren

24

MEDAN ketikberita.com | Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berinisiatif memberikan bantuan paket peralatan penunjang protokol kesehatan kepada tujuh pesantren Mitra Program Kemandirian Ekonomi.

MEDAN || BANK Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berinisiatif memberikan bantuan paket peralatan penunjang protokol kesehatan kepada tujuh pesantren Mitra Program Kemandirian Ekonomi. Bantuan itu sebagai bagian Program Peduli Covid-19 dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Program ini juga upaya untuk menurunkan angka terkonfirmasi Covid 19,” ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sumut Soekowardojo, Senin (10/5/2021) saat menyerahkan bantuan program sosial BI berupa peralatan prokes ke tujuh pesantren tersebut.

Soekowardojo didampingi dua wakilnya Andiwiana Septonarwanto dan Ibrahim menuturkan tingkat penyebaran virus Covid-19 masih tinggi di Indonesia, khususnya Provinsi Sumatera Utara yang kembali masuk ke zona merah.

“Maka perlu kita wapadai dan tingkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya.

Soekowardojo menjelaskan, acara ini merupakan salah satu bentuk manifestasi dari Bank Indonesia untuk hadir di setiap makna Indonesia dalam rangka Peduli Covid 19 dan seiring dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah untuk kegiatan berbagi dengan sesama.

Dalam kesempatan ini Bank Indonesia hadir memberikan bantuan sebanyak 600 paket peralatan penunjang protokol kesehatan berupa (masker 3 Ply, vitamin, hand sanitizer, disinfektan spray) senilai Rp102,480 juta.

Bantuan akan diberikan kepada Pesantren Al Uswah, Pesantren Al Hidayah, Pesantren Al Hasymiyah, Pesantren Hidayatullah, Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Pesantren Dairi dan Pesantren Hidayatullah.

“Mari terus kita lakukan dan ingatkan semua pihak atas himbauan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan 5 M antara lain Memakai rnasker, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, Mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer dan Membatasi mobilitas dan interaksi,” katanya.

Ia mengingatkan dengan kondisi pandemi saat ini kita harus saling bahu membahu, meringankan beban sesama dan menjaga agar perekonomian masyarakat tidak terpuruk khususnya kemandirian ekonomi pesantren tetap terjaga di masa pandemi Covid 19 ini.

“Semoga bantuan yang diserahkan ini dapat bermanfaat bagi pihak pesantren dan dapat dipergunakan dengan sebaik baiknya,” harapnya. (er)