BI Dorong Ekonomi Inklusif Melalui Digitalisasi Sistem Pembayaran dan UMKM

48

MEDAN ketikberita.com | Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam mendorong ekonomi inklusif diantaranya melalui perluasan digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan UMKM.

Digitalisasi sistem pembayaran ditekankan pada beberapa inisiatif prioritas seperti pengembangan infrastruktur SP Ritel melalui BI-FAST dan Standarisasi Pembayaran melalui QRIS.
BI-FAST merupakan sebuah terobosan baru pada infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang memfasilitasi transaksi pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien, dan tersedia setiap saat (24/7) untuk mencapai sistem pembayaran yang cepat, murah, mudah, aman dan andal (CEMUMUAH).

Sebagai upaya untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap implementasi BI-FAST, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatra Utara menyelenggarakan Sosialisasi BI-FAST Wilayah Sumatra di Medan, Jumat (23/9).

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono pada sesi leader’s insight menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan akseptasi BI-FAST di masyarakat untuk mendorong akselerasi perluasan ekosistem ekonomi keuangan digital yang inklusif di Indonesia.

“Sebagai otoritas, Bank Indonesia senantiasa melakukan reformasi untuk mewujudkan ekonomi dan keuangan digital. Dalam merespon perkembangan digitalitasi saat ini, Bank Indonesia menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang berorientasi penuh pada upaya membangun ekosistem yang sehat untuk menavigasi perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia,” jelasnya.

BI-FAST sebagai salah satu wujud implementasi BSPI 2025 untuk menjawab tantangan di era digital tentunya diharapkan mampu mewujudkan harapan tersebut. Pengembangan BI-FAST ditujukan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat maupun industri, termasuk industri UMKM.

“Sinergi dan kolaborasi yang produktif dari seluruh stakeholders, terutama industri sistem pembayaran nasional, menjadi hal yang sangat krusial untuk bersama-sama menghasilkan kristalisasi strategi dan aksi yang terbaik dalam mewujudkan transformasi digital yang menyeluruh bagi negeri dan mendukung pemulihan ekonomi Nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, sebagai wujud dukungan terhadap pengembangan UMKM, acara tersebut juga
dirangkaikan dengan penyelenggaraan Karya Kreatif Sumatra Utara (KKSU) yang bertema “UMKM Sumatera Utara Bangkit melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan”.

Kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi UMKM 4.0 dengan digitalisasi proses pembiyaan, pemasaran, maupun pembayaran yang sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mendorong UMKM “naik kelas” dan turut berkontribusi terhadap perekonomian Nasional.

Doni Primanto Joewono menyebutkan, tren digitalisasi UMKM saat ini juga diarahkan pada integrasi platform digital dengan makin dominannya interaksi merchant-platform-consumer. Hal tersebut, antara lain melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang mendukung transaksi UMKM yang semakin cepat dan efisien.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan launching Program Pusat Perbelanjaan Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai (SIAP) QRIS di Sumatera Utara. Program tersebut berkolaborasi dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Sumut dan 12 Pusat Perbelanjaan di Kota Medan.

Langkah ini sebagai perwujudan implementasi digitalisasi sistem pembayaran dalam upaya memperluas akseptasi pembayaran di pusat perbelanjaan yang ada di tanah air.

Kehadiran Pilot Project Mall SIAP QRIS diharapkan mampu memperluas jangkauan transaksi digital hingga ke pusat perbelanjaan dan pada gilirannya mampu meningkatkan transaksi retail untuk mendukung pemulihan ekonomi Nasional.

Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) merupakan salah satu program yang dicanangkan untuk mendukung pelaku UMKM dalam memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional.

Program ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan Bank Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Gerakan Nasional Bangga Berwisata #diIndonesiaAja# (GBWI), serta program perluasan Merchant QRIS.

Penyelenggaraan acara ini diharapkan menjadi wadah dalam mendukung para pelaku UMKM untuk bisa terus berkreasi dan berkontribusi untuk negeri Indonesia. (r/red)