Home / Ketik Berita / Ekonomi & Bisnis / Ameriza Ma’aruf Moesa : Sumut Halal Fest 2026 Menjadikan Ekonomi Keuangan dan Perbankan Syariah Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi di Sumut

Ameriza Ma’aruf Moesa : Sumut Halal Fest 2026 Menjadikan Ekonomi Keuangan dan Perbankan Syariah Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi di Sumut

MEDAN ketikberita.com | Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ameriza Ma’ruf Moesa menegaskan, kegiatan Sumut Halal Fest 2026 bukanlah hanya sebuah festival saja. Akan tetapi merupakan komitmen dalam wujud nyata kita bersama untuk menjadikan ekonomi keuangan dan perbankan syariah sebagai motor pertumbuhan ekonomi, khususnya di Sumatera Utara (Sumut).

“Kita harapkan dengan adanya faktor pertumbuhan yang baru ini ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan inklusif yang berdampak positif bagi seluruh masyarakat, “imbuhnya dalam sambutannya pada pembukaan Sumut Halal Fest 2026 yang digelar di ex Medan Club belakang kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Rabu (25/8/2026).

Kegiatan yang digelar mulai 25- 26 Agustus 2026 dan dihadiri di antaranya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Muhammad Bobby Nasution, Wali kota/Bupati, Ketua MUI Sumut, mewakili Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut, lembaga perbankan serta para pelaku UMKM.

Ameriza Ma’ruf Moesa juga menyampaikan Bank Indonesia termasuk di Sumatera Utara melihat bahwa ekonomi dan keuangan syariah bukan sebagai alternatif tapi juga berpotensi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang tentunya memiliki daya tahan dan juga bersifat inklusif.

“Berdasarkan data, Indonesia juga menempati peringkat pertama untuk modis fesyen di dunia. Lalu peringkat kedua untuk pariwisata ramah muslim dan peringkat ketiga untuk makanan halal, “ungkapnya.

Dengan adanya fakta-fakta ini masih dikatakannya, menunjukkan bahwa kita masih punya potensi untuk kita tingkatkan Seperti contohnya makanan halal.

“BI Sumut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah bisa tumbuh 4,9 persen sampai dengan 5,7 persen, “katanya seraya mengimbau agar kita jangan hanya menjadi pasar atau menjadi konsumen, tapi kita juga harus bertransformasi menjadi produsen sebagai inovator dan jika bisa harus sebagai eksportir produk halal ke seluruh dunia.

“Untuk menjawab tantangan itu, Bank Indonesia memperkuat kebijakan dan strateginya yang salah satu di antaranya blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, ujarnya. (red)