Home / Ketik Berita / Provinsi / Sumatera Utara / Bupati Samosir Komitmen Dorong Pembangunan Ekonomi Kreatif Wilayah Danau Toba

Bupati Samosir Komitmen Dorong Pembangunan Ekonomi Kreatif Wilayah Danau Toba

SAMOSIR (Sumut) Ketikberita.com | Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri Pagelaran Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta yang diprakarsai oleh Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI), yang digelar Gedung Serba Guna Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit Kabupaten Tapanuli Utara.

Kehadiran Bupati Samosir sebagai wujud komitmen Pemkab Samosir untuk mendorong pelestarian pengembangan seni dan budaya Batak salah satu warisan budaya memiliki nilai sejarah.

Bupati Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi kepada Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, yang hadir bersama masyarakat ikut menyaksikan pagelaran seni dan budaya tersebut.

“Sudah saatnya Danau Toba memiliki opera house sebagai pusat pertunjukan seni dan budaya, sehingga para pelaku ekonomi kreatif memiliki ruang untuk menampilkan karya secara berkelanjutan”.

Berharap dukungan dari Menteri Ekonomi Kreatif agar di kawasan Danau Toba dapat dibangun sebuah opera house seperti yang telah ada di beberapa negara. Sehingga pelaku ekonomi kreatif dapat menampilkan seni serta budaya secara berkelanjutan,” paparnya

Sementara itu, Lamhot Sinaga menegaskan bahwa Opera Batak merupakan aset budaya yang harus diselamatkan dari ancaman kepunahan.

Menurutnya, selama lebih dari empat dekade, pertunjukan seni budaya Batak semakin jarang dipentaskan, padahal masyarakat di sekitar Danau Toba memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif, UMKM, pariwisata dan seni budaya, Minggu (12/7/2026)

Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa Sumut, secara khususnya Kawasan Danau Toba, memiliki akar budaya yang sangat kuat dan potensi ekonomi kreatif yang besar.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi yang kuat untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif, UMKM, dan seni budaya”. (IHS/31)