ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Masjid Al-Hidayah Desa Suka Damai Tebar Kepedulian Lewat 11 Hewan Qurban di Hari Raya Iduladha 1447 H. Suara takbir menggema lembut dari Masjid Al-Hidayah, Desa Suka Damai, Rabu pagi (27/05/2026), bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Di antara embusan angin pagi dan wajah-wajah penuh harap masyarakat, Hari Raya Iduladha tahun ini terasa begitu berbeda—lebih hangat, lebih haru, dan penuh makna kemanusiaan.
Di halaman masjid yang menjadi pusat berkumpulnya warga, Panitia Penyembelihan Hewan Qurban melaksanakan amanah suci dengan menyembelih 11 ekor hewan qurban, terdiri dari 9 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Namun, lebih dari sekadar jumlah, qurban tahun ini menjadi cerminan besarnya keikhlasan hati masyarakat dalam berbagi kepada sesama.
Setiap tetes darah yang jatuh ke bumi seakan membawa pesan tentang pengorbanan, cinta, dan kepedulian. Tangan-tangan warga yang saling membantu, senyum para relawan, hingga wajah kaum dhuafa yang menerima daging qurban dengan mata berkaca-kaca, menjadi pemandangan yang menyentuh hati siapa saja yang hadir.
Anak-anak berlarian di sekitar masjid sambil mendengar lantunan takbir, para ibu sibuk menyiapkan konsumsi, sementara para pemuda bekerja tanpa lelah membantu proses penyembelihan dan pendistribusian daging qurban. Tidak ada sekat sosial pada hari itu. Semua menyatu dalam satu ikatan: persaudaraan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Ketua Panitia Qurban Masjid Al-Hidayah, Jakaria Ansari, tampak tak kuasa menyembunyikan rasa harunya saat menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pequrban yang telah mempercayakan ibadah qurbannya kepada panitia desa.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya tentang menyembelih hewan qurban. Ini tentang bagaimana kita belajar ikhlas, belajar peduli, dan belajar merasakan kebahagiaan orang lain. Terima kasih kepada seluruh pequrban. Semoga Allah menerima setiap niat baik dan setiap pengorbanan yang dilakukan dengan hati yang tulus,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga berharap agar ibadah qurban menjadi jalan datangnya keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Semoga Allah melapangkan rezeki para pequrban, memberikan kesehatan, umur yang berkah, dan menjadikan qurban ini sebagai pembersih jiwa serta penguat persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kehangatan Iduladha di Desa Suka Damai tahun ini turut mendapat perhatian dari berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah. Salah satu Anggota DPRK Aceh Singkil, Taupik A. Md., juga turut berqurban bersama masyarakat di Masjid Al-Hidayah. Kehadirannya menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan dan kebersamaan harus selalu hidup di tengah masyarakat, tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.
Saat daging qurban mulai dibagikan dari rumah ke rumah, senyum bahagia terlihat dari wajah warga yang menerima. Bagi sebagian keluarga, mungkin itu adalah hidangan istimewa yang belum tentu bisa mereka nikmati setiap hari. Namun lebih dari itu, mereka merasakan bahwa masih ada kepedulian, masih ada tangan-tangan yang tulus berbagi di tengah kehidupan yang penuh perjuangan.
Iduladha di Desa Suka Damai tahun ini kembali mengingatkan bahwa hakikat qurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi tentang ego yang dikalahkan, keserakahan yang dilepaskan, dan hati yang belajar untuk tulus memberi.
Masjid Al-Hidayah pun sekali lagi membuktikan dirinya bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga rumah persaudaraan, tempat tumbuhnya kasih sayang, dan pusat gerakan sosial yang mempersatukan umat dalam cinta dan keberkahan. (R84)








