MEDAN ketikberita.com | Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahatara Sumatera Utara mengapresiasi kepemimpinan Bobby Afif Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Apresiasi ini setelah melihat tingginya tingkat kepuasan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah provinsi yang mana benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.
“Gubsu Bobby Nasution memberikan perhatian serius untuk mendongkrak pembangunan dari berbagai sisi di daerah terpencil,” ujar Plt Danmenwa Mahatara Sumatera Utara, Rotua Sibagariang SST, menyahuti Hari Jadi Propinsi Sumatera Utara tahun 2026 Kamis (16/1).
Rotua Sibagariang yang pernah sebagai Danmenwa Mahatara Sumut di era tahun 2000 an menilai, gaya kepemimpinan Bobby yang kerap turun langsung ke lapangan menjadi salah satu faktor penting yang membuat masyarakat merasa diperhatikan.
Selama menjabat, Bobby Nasution dikenal aktif mengunjungi berbagai wilayah di Sumatera Utara, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan bermalam di lokasi terdampak bencana untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat.
Penilaian positif masyarakat tidak terlepas dari berbagai capaian pembangunan yang dinilai memberikan dampak nyata.
Di bidang infrastruktur, Rotua yang mendapat SK /01/II/2026 dari Dankonas Menwa Ahmad Riza Patria yang juga wakil menteri menyebut kan masyarakat juga menilai pemerintah provinsi cukup responsif dalam menangani kerusakan fasilitas publik akibat bencana. Salah satu contohnya adalah perbaikan jembatan dan jalan di Desa Garoga yang sempat rusak akibat banjir, namun berhasil difungsikan kembali dalam waktu relatif singkat.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mencatat kemajuan signifikan melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang resmi dicapai pada 1 September 2025. Program layanan kesehatan gratis melalui fasilitas mitra BPJS Kesehatan tersebut telah menjangkau lebih dari 15,6 juta jiwa atau lebih dari 80 persen penduduk Sumatera Utara.
Selain itu, pemerintah provinsi juga meluncurkan program beasiswa bagi dokter spesialis yang ditugaskan untuk melayani masyarakat di daerah terpencil, termasuk di wilayah Nias Utara. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga medis di daerah yang sulit dijangkau.
“Di bidang pendidikan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah provinsi juga terus mendorong berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan konektivitas antarwilayah”, ujar pria yang selama Danmenwa Mahatara Sumut di era tahun 2000 an banyak membuat kegiatan untuk kemahasiswaan seperti Diksar dan Bela Negara.
Rotua pun mendukung penuh tindakan tegas Gubernur Sumut, Bobby Nasution, terkait insiden di Gedung KONI Sumut yang memicu polemik publik.
Insiden tersebut diduga dipicu oleh keberadaan sopir pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berada dalam pengaruh narkoba saat kegiatan resmi berlangsung.
Sikap tegas Gubsu kondisi itu sangat memprihatinkan di tengah upaya serius pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkotika.
“Reaksi gubernur merupakan respons spontan yang wajar dari seorang pemimpin yang menyaksikan langsung dugaan pelanggaran serius di lingkungan pemerintahan.
“Narkoba adalah musuh bersama. Dalam situasi seperti itu, wajar jika muncul tindakan tegas untuk mengingatkan,” katanya.
Menwa Mahatara Sumut lanjutnya, berkomitmen mengawal isu tersebut sekaligus mendukung langkah pemerintah provinsi dalam memperkuat perang terhadap narkoba, baik di lingkungan birokrasi maupun masyarakat.
Rotua juga menjelaskan, ditunjuknya Sumut menjadi venue sepakbola Piala AFF U-19 Tahun 2026 membuktikan Sumut mampu dan berpengalaman menggelar event internasional. Dan itu tak terlepas dari tangan dingin Bobby Nasution sebagai pemimpin muda yang energik dan visioner.
“Dan perhelatan AFF U-19 nanti diprediksi akan menjadikan Sumut menjelma sebagai provinsi sport tourism,” tegas mantan Wakil ketua KONI Medan
“Langkah preventif harus diperkuat agar pemberantasan narkoba berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (r/red)








