DENPASAR (Bali) ketikberita.com | Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial dengan tema “Mitigasi Potensi Konflik Sosial Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H dalam rangka Mewujudkan Kerukunan Sosial” yang digelar pada Senin (16/3/2026) di Kantor Gubernur Bali, Denpasar.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M. tersebut dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah pusat, TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan Kementerian Dalam Negeri RI, Kapolda Bali, Danrem 163/Wira Satya, unsur Badan Intelijen Negara, para Dandim se-Bali, Kapolres se-Bali, serta perwakilan pecalang se-Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H yang waktunya berdekatan berpotensi menimbulkan dinamika sosial di tengah masyarakat, sehingga diperlukan langkah antisipatif dan mitigasi sejak dini.
Ia menekankan pentingnya sinergitas dan koordinasi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Provinsi Bali. Menurutnya, pendekatan persuasif, dialog serta komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah potensi konflik sosial.
“Kerukunan dan toleransi antar umat beragama harus terus dijaga. Dengan saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing, kita optimis perayaan Nyepi dan Idul Fitri dapat berlangsung aman, damai dan penuh kebersamaan,” ujar Gubernur Bali.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodam IX/Udayana, berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Pangdam juga menekankan pentingnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
“Kodam IX/Udayana telah menginstruksikan seluruh satuan jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan wilayah, termasuk mengoptimalkan peran Babinsa dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial di tengah masyarakat,” tegas Pangdam.
Lebih lanjut Pangdam menyampaikan bahwa stabilitas keamanan Bali memiliki arti penting, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga untuk menjaga citra Bali sebagai daerah yang aman dan kondusif bagi sektor pariwisata serta aktivitas masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Bali menyampaikan bahwa Polda Bali bersama jajaran TNI dan instansi terkait telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif menjelang dan selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan sosial di Bali.
“Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan potensi konflik sosial dapat diantisipasi sejak dini sehingga perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib dan penuh rasa saling menghormati,” ungkap Kapendam.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, toleransi serta stabilitas keamanan wilayah, sehingga perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H di Provinsi Bali dapat berlangsung aman, tertib dan damai. (Pendam IX/Udy)








