Home / Ketik Berita / Ekonomi & Bisnis / Optimis, OJK Sumut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Industri Keuangan

Optimis, OJK Sumut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Industri Keuangan

 MEDAN ketikberita.com | Optimis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan yang sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien pada kegiatan Media Talk bertajuk “Sinergi OJK dan Media dalam Mengawal Perkembangan Sektor Jasa Keuangan” yang sekaligus acara Buka Puasa Bersama wartawan di Kantor OJK, Selasa (10/3/2026) di Medan, seraya menyampaikan bahwa strategi OJK yang dilaksanakan adalah melalui penguatan literasi, inklusi serta pembangunan ekosistem pembiayaan pada sektor unggulan di wilayah Sumut.

Ditambahkan, Khoirul Muttaqien bahwa secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara telah menunjukkan tren angka yang stabil sebesar 5,11 persen. Hal tersebut dari sisi intermediasi, kinerja perbankan pada periode Desember 2025 tetap terjaga di jalur hijau.

Untuk total aset perbankan di Sumut saat ini tercatat tumbuh 2,9 persen (yoy) menjadi Rp356,34 triliun yang diikuti dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 2,83 persen menjadi Rp332,6 triliun, dan penyaluran kredit tumbuh 4,13 persen mencapai Rp312,19 triliun.

“Secara umum, stabilitas sektor jasa keuangan di Sumut masih cukup kuat serta aman untuk menghadapi berbagai risiko ke depan. Rasio likuiditas perbankan juga masih berada pada level yang lebih dari cukup untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Dia lagi, kita merinci bahwa alat likuid terhadap Non-Cored Deposit (AL/NCD) berada di angka 133,16 persen dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 27,97 persen. Sedangkan untuk ketahanan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) bank umum di Sumut sangat tetap solid di level 31 persen.

Sejalan dengan amanat UU P2SK, OJK Sumut saat ini tidak hanya berperan sebagai regulator dan pengawas, namun juga katalisator pengembangan ekonomi daerah, papar Khoirul.

Dijelaskan Beliau, OJK kini tengah membangun ekosistem jasa keuangan yang terintegrasi dalam mendukung komoditas unggulan yang ada di Sumut.

OJK juga menciptakan sebuah ekosistem dengan menghubungkan petani, industri jasa Keuangan dan pelaku usaha. Selain itu kami juga akan mencoba sinkronkan; bahwa petani sering terkendala pembiayaan dan kepastian pasar, sehingga kami libatkan perbankan, perusahaan asuransi, hingga offtaker seperti Bulog dan BUMD,” jelas Khoirul.

Data terbaru menunjukkan total restrukturisasi kredit pada perbankan di Sumut akibat bencana telah mencapai Rp957,08 miliar dengan melibatkan 45.789 debitur. Dari jumlah inj, sebanyak 60 persen adalah para pelaku UMKM.

Selanjutnga di sektor perusahaan pembiayaan (PVML), total restrukturisasi mencapai Rp234,75 miliar untuk sekitar 21.000 rekening.

“Kami memberikan keleluasaan restrukturisasi melalui POJK 19 agar debitur yang terdampak tetap bisa survive atau bangkit. Namun, kita meminta Lembaga Jasa Keuangan (LJK) tetap menerapkan manajemen risiko melalui prinsip kehati-hatian agar kebijakan ini tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak benar terdampak,” sebut Khoirul Muttaqien, yang didampingi oleh Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sumut, Wan Nuzul Fachri, dan Yusri selaku Kepala Direktorat Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Sumut. (red)