TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Walikota Tangerang Sachrudin bersama jajaran Perumda Tirta Benteng (TB), Dinas PUPR, BPBD, DLH, Forum Pelanggan, dan penggiat lingkungan Banksasuci menyusuri Sungai Cisadane, Sabtu (12/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air baku di tengah kemarau panjang yang menyebabkan penyusutan debit sungai. Namun, di balik pengecekan teknis tersebut, perhatian pemerintah kota juga diarahkan pada nasib pelanggan yang selama ini mengeluhkan kualitas air keruh.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menghitung kemungkinan pemberian kompensasi bagi pelanggan yang terdampak. Hal ini menyusul banyaknya aduan warga terkait air yang berwarna keruh dan di bawah standar.
“Kami belum menghitung kompensasi karena baru kemarin perintah Pak Wali Kota untuk melakukan upaya pemberian diskon 81 persen. Kita akan hitung kembali apakah dampak ini perlu kita buatkan kompensasi atau tidak,” ujar Doddy.
Ia menambahkan bahwa keputusan akhir terkait besaran dan mekanisme kompensasi akan dibahas bersama Dewan Pengawas dan Walikota selaku Kuasa Pemilik Modal. “Ini tentu kembali ke Pak Wali Kota selaku KPM melalui Dewan Pengawas. Nanti coba kita hitung ulang,” tambahnya.
Sementara itu, Walikota Sachrudin menegaskan bahwa setiap aduan masyarakat, termasuk masalah air keruh, akan direspons dengan baik. Ia memastikan ketersediaan air baku dari Sungai Cisadane masih aman untuk sekitar satu bulan ke depan.
“Kondisi air masih terhitung aman. Mudah-mudahan hujan segera turun, baik dari Bogor maupun Tangerang. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan bersama-sama menjaga kebersihan Cisadane,” ujar Sachrudin.
Diinformasikan Perumda Tirta Benteng saat ini tengah menyisir pelanggan yang mengeluhkan kualitas air, sekaligus melakukan pengerukan sedimentasi dan koordinasi dengan BBWS untuk normalisasi sungai. Langkah kompensasi menjadi angin segar bagi pelanggan yang selama ini harus menguras bak mandi berulang kali akibat air keruh. (mir)







