Home / Ketik Berita / Ekonomi & Bisnis / Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia Sumut, Investor Pasar Modal Di Sumut Capai 1,49 Juta SID

Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia Sumut, Investor Pasar Modal Di Sumut Capai 1,49 Juta SID

MEDAN ketikberita.com | Jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 1.493.064 Single Investor Identification (SID) per Juli 2026. Jumlah tersebut menempatkan Sumut sebagai provinsi dengan investor pasar modal terbanyak di luar Pulau Jawa.

Kepala Kantor Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, Muhammad Pintor Nasution, mengatakan pertumbuhan investor di Sumut mengalami peningkatan signifikan.

“Peningkatan investor di Sumatera Utara meningkat signifikan yang menjadikannya nomor satu di luar Jawa,” kata Pintor kepada wartawan di Medan, Kamis (10/9/2026).

Menurut Pintor, Kota Medan masih mendominasi jumlah investor pasar modal di Sumut dengan 396.261 SID. Selanjutnya Deli Serdang 202.644 SID, Langkat 79.797 SID, Simalungun 76.266 SID dan Asahan 59.252 SID.

Ia menjelaskan, jumlah investor pasar modal Sumut pada 2012 masih sekitar 14.000 SID. Angka tersebut meningkat menjadi 1.493.064 SID per Juli 2026.

Selain investor, jumlah perusahaan asal Sumut yang tercatat di Bursa Efek Indonesia juga bertambah. Pada 2012 hanya terdapat tiga perusahaan yang go public, sedangkan per Juli 2026 jumlahnya menjadi 12 perusahaan.

“Tahun ini akan ada lagi perusahaan sektor kelapa sawit yang mau listing di bursa,” ujarnya.

Pintor mengatakan, secara nasional Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan jumlah investor pasar modal terbanyak. Sumatera berada di posisi kedua, dengan Sumut menjadi provinsi dengan jumlah investor tertinggi di luar Jawa.

Peningkatan jumlah investor tersebut, lanjutnya, turut didorong oleh semakin banyaknya kantor perwakilan serta Galeri Investasi (GI) di berbagai daerah.

“Galeri Investasi dulu 200, sekarang secara nasional ada 1.500. Di Sumut sekarang ada 28 yang didirikan di kampus dan kantor pemerintahan seperti di Langkat dan Tebingtinggi. Tahun ini akan tambah lagi delapan Galeri Investasi,” jelasnya.

Menurut Pintor, keberadaan Galeri Investasi di kantor pemerintahan dan layanan perdagangan saham secara daring melalui perusahaan sekuritas turut memudahkan masyarakat untuk berinvestasi.

“Sangat membantu adanya Galeri Investasi di kantor pemerintahan dan online trading sekuritas,” katanya.

Dari sisi usia, investor pasar modal di Sumut masih didominasi kelompok muda. Investor berusia 18-25 tahun atau generasi Z mencapai 33,64 persen, disusul kelompok usia 26-30 tahun sebesar 24,38 persen dan usia di atas 31 tahun sebesar 24,50 persen.

“Jumlah investor paling banyak yang muda, tapi jumlah dana yang kaya usia tua,” ungkap Pintor.

Terkait perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di bursa, Pintor menyebut terdapat perusahaan yang sebelumnya berencana listing namun ditolak karena berbagai persyaratan. Sementara Bank Sumut disebut telah mencabut sendiri pendaftaran yang sebelumnya diajukan untuk listing.

Pintor menambahkan, aturan untuk masuk ke bursa saat ini semakin ketat. Salah satunya berkaitan dengan persyaratan latar belakang pendidikan pejabat perusahaan.

“Dulu direktur keuangan tak masalah tamatan apa, tapi sekarang harus yang berlatar belakang ekonomi,” pungkasnya. (r/red)