ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terus mendorong percepatan penanganan infrastruktur dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Hasil Kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam, di Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Rakor dipimpin Kepala Koordinator Wilayah Aceh II, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin, S.H., M.H., dan dihadiri Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, S.H., Wali Kota Subulussalam H. M. Rasyid Bancin serta perwakilan sejumlah kementerian/lembaga terkait.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Tim Monev Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana yang sebelumnya turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak di Aceh Singkil.
Di antaranya kawasan abrasi Pulo Sarok, jembatan putus akibat banjir di Suka Jaya, Kuala Baru, Tanggul Tanah Merah serta Waduk Sianjo-anjo Meriah di Kecamatan Gunung Meriah.
Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin mengatakan, terdapat 12 poin utama yang dibahas dalam rakor, dengan kesimpulan bahwa penanganan infrastruktur pascabencana masih membutuhkan percepatan dan penguatan koordinasi.
“Khususnya pembangunan dua jembatan Bailey dan satu jembatan Armco di Aceh Singkil yang berdampak langsung terhadap akses dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Guslin.
Selain infrastruktur, pemerintah juga membahas revitalisasi tanggul, fasilitas pendidikan, penyediaan air baku, kebutuhan lahan penampungan sedimen serta pemulihan sektor pertanian, perkebunan dan UMKM.
Untuk UMKM, dari sekitar 7.000 pelaku usaha terdampak yang diusulkan mendapatkan revitalisasi, sekitar 2.700 UMKM telah terealisasi.
Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon menegaskan, pemasangan dua jembatan Bailey dan satu jembatan Armco menjadi kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, khususnya petani sawit dalam mengangkut hasil panen.
“Jembatan Bailey telah tersedia di Kantor Danramil, namun belum dilakukan pemasangan. Selain itu, revitalisasi Tanggul Tanah Merah masih memerlukan kepastian anggaran,” ujar Safriadi.
Rakor juga membahas revitalisasi situs budaya, termasuk Makam Syekh Abdurrauf Al-Singkili, serta dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar Rp5 miliar untuk dua sekolah di Aceh Singkil yang kini telah memasuki tahap perancangan.
Safriadi berharap koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dapat segera menghasilkan langkah konkret, sehingga berbagai kebutuhan pascabencana tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Mudah-mudahan dengan rakor ini seluruh kebutuhan penanganan dan pemulihan dapat segera direalisasikan,” ujarnya. (R84)







