146 CPNS Kabupaten Nias Barat formasi Tahun 2020 Ikut Tes Kesehatan

274

NIAS BARAT (Sumut) ketikberita.com | Sebanyak 146 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Nias Barat formasi tahun 2020 mengikuti tes kesehatan jasmani dan rohani di Hall Tokosa, Kamis (31/3/2022).

Direktur RS Pratama Nias Barat dr. Wirasto Gulo menjelaskan bahwa tes kejiwaan/rohani ini diperuntukkan bagi CPNSD Formasi Tahun 2020, sebagai salah satu syarat utama untuk dapat diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Nias Barat (Pemkab Nisbar).

“Dalam pelaksanaan tes tersebut RSUD Pratama Nias Barat bekerjasama dengan RSUP H. Adam Malik Medan. Kerjasama itu dilakukan mengingat masih belum tersedianya pengurusan Surat Kesehatan Jiwa di RS Pratama Nias Barat, sehingga bila peserta CPNS mau mengurusnya wajib ke luar daerah Nias Barat dan tentu itu akan membutuhkan biaya yang besar,”kata dr. Wirasto

Lanjutnya, pelaksanaan tes terbagi menjadi 2 tahap, yaitu tes tertulis dan wawancara dengan biaya Rp. 400.000/orang, dengan rincian:

Biaya pendaftaran dan biaya restribusi ke RSUD Pratama sebesar Rp. 27.000
Pengurusan Surat Kesehatan Jiwa yang dibayar ke RSUP H. Adam Malik sebesar Rp. 300.000;dan
Biaya fasilitas penunjang kelancaran kegiatan, seperti sewa ruangan, ATK, konsumsi dan lainnya sebesar Rp.73.000.

Sementara dr Fajrinun Syahrani Sp.P (K) selaku Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang di RSUP H. Adam Malik menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada Pemkab Nias Barat, yang telah mempercayakan pihaknya sebagai mitra kerja dalam pelaksanaan tes, dan berharap kerjasama ini terus berkesinambungan.

“Tes ini sangat penting untuk melihat karakter para peserta apakah jujur dan patuh. Karena beban PNS tidak dapat diahlikan oleh orang lain, sebab pada sumpah dan janji saat dinyatakan lulus tidak diahlikan kepada orang lain,”katanya.

Lanjutnya, pihak RSUP Adam Malik juga sangat membukan diri apabila staf dari RSUD Pratama ingin melakukan pelatihan dan penelitian.

“Meski jarak jauh, kita sudah mengaktifkan tele medicine untuk dapat berkonsultasi dengan narasumber yang kompeten dan dokter yang bagus dan sesuai. Sehingga kegiatan pelayanan RS tetap efisien dan ekonomis,”kata dr Fajriun. (Wardiy)