Woww, Desa Panenjoan Anggaran Untuk 50 Box Masker Harganya Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah.!

205

SERANG (Banten) ketikberita.com | Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu, di respon oleh Kemendes PDTT dengan dibentuknya Desa Tanggap Covid-19 dan Satgas Gugus Tugas Covid-19, untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19 di tingkat Desa.

Di tengah pelaksanaan kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro tingkat Desa ditemukan banyak kekurangan dan kecurangan, dugaan adanya mark up harga barang dalam anggaran PPKM dan ketidakseriusan Desa terungkap ketika tim media menyambangi kantor Desa Panenjoan Kecamatan Carenang Kabupaten Serang, Senin 26/07/2021.

Sekretaris Desa Panenjoan, Asnawi di dampingi empat staf Desa memberikan keterangannya kepada tim media.

Disinggung soal pengadaan alat kesehatan untuk menunjang program PPKM, Asnawi menyampaikan bahwa anggaran PPKM skala Mikro baru di buat Rencana Anggaran Belanja (RAB) per 7 Juli 2021, sementara tekhnis pelaksanan sosialisasi dan kegiatan yang lain tidak dapat di buktikan secara data, penjelasan yang ada hanya katanya dan katanya saja.

Menarik bagi tim media,untuk pembelian masker dengan jumlah 50 box, Pemerintahan Desa Panenjoan menghabiskan anggaran sebesar 7.500.000 (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu),artinya harga masker yang dibeli oleh Pemerintahan Desa Panenjoan per box nya ( isi 50 pcs) mencapai 150.000 (Seratus Lima Puluh Ribu).

Dari salah satu staf Desa Panenjoan membantah kalau PPKM skala Mikro tidak dilaksanakan dan anggaran pembelajaan tidak sesuai.

“Saya tidak setuju jika anggaran PPKM di duga ada mark up harga, kami buat RAB sudah sesuai dengan petunjuk,’ Kilahnya.

Sementara Ketua Satgas PPKM skala Mikro Desa Panenjoaan H. Rokani ketika dihubungi via HP oleh Sekdes sedang berada di luar kantor.

Ditemui di kantornya, Camat Carenang Samsuri.SE mengatakan,monitoring PPKM telah dilaksanakan oleh tim 2 (dua) pada hari Selasa dan Rabu, 13-14 Juli 2021 Se Kecamatan Carenang.

“Kami bersama unsur Kepolisian Polsek Carenang telah melakukan monitoring ke seluruh Posko PPKM yang ada di Desa,hasilnya untuk Desa Panenjoan masih banyak kekurangan diantaranya Posko PPKM dan rumah singgah (ruang isolasi) belum ada dan item-item yang lain (red-barang) belum di distribusikan maka dari itu Tim 2 (dua) memberikan teguran untuk segera melakukan pembenahan,’ Jelasnya.

Perlu diketahui di tengah pelaksanaan kegiatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, Kemendes mengintensifkan kembali program penanganan Covid-19 di tingkat Desa dengan mengeluarkan Instruksi Mendes PDTT Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. (Muzzi)