Warga Tak Terima Di Tokohin Dan Di Takut-Takuti, Terkait Tanah HGU Akhirnya Mengadu Ke Pemkab Sergai

394

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Setelah adanya Pemberitaan di media terkait adanya jual beli/ganti rugi tanah HGU socfindo kebun Mata Pao,akhirnya sebanyak sepuluh orang warga Dusun 3 Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah langsung di terima Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melalui Assisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum di kompleks Kantor Bupati Sergai, Kamis (27/6/2019) sekitar jam 14.00 wib.

Esmaria br Tampubolon(53) sebagai perwakilan menyampaikan sudah puluhan tahun mereka tinggal di Dusun 3 Firdaus tidak pernah mengalami kejadian seperti ini yang mana kami dipaksa membayar tanah HGU Socfindo Kebun Mata Pao sebesar Rp. 100.000,-/m dan bahkan ditakut-takuti akan melakukan pengorekan parit di perbatasan antara tanah warga dengan tanah HGU Socfindo.

Kami (warga) takut dan tak mengerti, namun saat kami tanyakan terkait suratnya agar kami mau membayar kami kadang di bentak dan di marahi.”kalau mau bayar,bayarlah nanti keluar suratnya, kalau nggak mau nanti oarang lain yang membeli dan membangun bangunan permanen disini kalau nggak biar dikorek Socfindo di depan rumah mu ini, dari mana kau lewat,jelas Esmaria menirukan.

Esmaria menambahkan, Perlakuan ini di lakoni oleh salah satu oknum PNS sekretaris Desa Firdaus berinisial JMR dan karyawan Socfindo berinisial KRM.

Dan kami minta kepada Pemkab Sergai melalui Ass I agar keluhan kami ini di tanggapi agar kami tidak lagi ketakutan, apalagi kami ini orang awam yang tidak mengerti hukum kepada siapa lagi kami mengadu kalau nggak kepada pemerintah,jelas Esmaria.

Hal senada juga di sampaikan Misrik, saya juga sudah membayar tanah Socfindo Kebun Mata Pao yang ada di depan rumah saya sebesar Rp. 25.000.000,-.

Itu saya bayarkan karena rasa ketakutan saya dengan keluarga saya,terpaksa saya bayarkan kepada oknum Sekdes.pada hal uang saya tidak ada saya orang miskin pak, untuk membutuhi keluarga,saya harus mencari upahan mencangkul setiap hari.

“jadi terpaksa saya gadekan tanah dan gubuk rewot ini demi membayar tanah Socfindo,”jelas misrik dengan sedih.

Ditambahkan Misrik, saat saya datang bersama anakku kerumah Sekdes minta surat tanah yang sudah saya bayar,Sekdes selalu mengelak dan hanya memberikan kwitansi yang sudah menerima uang “untuk pembayaran sebidang tanah HGU Socfindo surat menyusul”,ucap misrik.

Ass I, Bidang Pemerintahan dan hukum Herlan panggabean menyambut baik para warga di dalam ruangannya, serta mengatakan kita akan memidiasi warga dengan pihak Socfindo serta sekdes JMR, terkait adanya ganti rugi ini. Apakah ini memang benar di lakukan oleh Pihak Socfindo atau pihak ketiga, nanti biar jelas semuanya.

Mengensi surat notaris dan surat dari pihak Socfindo kepada Kepala Desa terkait pembebasan lahan serta surat kwitansi pembayaran Tanah HGU,nanti akan kita pelajari,dan nanti akan kita tanyakan kepada yg bersangkutan.

Dan terkait tanah HGU,Herlan jelas menegaskan bahwa tanah HGU tidak dapat di perjual belikkan atau di ganti rugikan kepada pihak mana pun.Dan tanah HGU hanya dapat di peruntukkan untuk pinjam pakai atau dalam hal disewakan,jelas Herlan Panggabean.

Herlan meminta kepada warga agar secepatnya membuat surat resmi kepada Pemkab Sergai dan BPN Sergai, agar secepatnya memanggil pihak Socfindo dan Sekdes JMR serta di hadiri pihak BPN dalam mediasi nantinya, ucap Herlan. (AfGans)