Warga Nambo Kaserangan, Cemas Adanya Warung Kopi Lendot

1206
Mila, pelayan warung kopi lendot.

SERANG (Banten) ketikberita.com | Berawal dari beberapa keluhan warga masyarakat Nambo RT /RW 07/03 desa Kaserangan, kecamatan Ciruas, kabupaten Serang, terutama ibu-ibu mereka mengeluh kan warung remang-remang itu berdampak negatif terhadap lingkungannya.

Warga yang enggan menyebutkan namanya mengakui banyaknya lelaki yang datang ke warung remang-remang di sekitaran lingkungannya.

“Banyak lelaki yang datang ke warung remang-remang, dan tidak menutup kemungkinan para suami bisa kesana sekedar iseng-iseng dan akhirnya kemungkinan bisa ketagihan”, ungkap seorang istri dengan cemas.

“Semakin hari semakin banyak itu warung remang-remang berkedok jualan kopi”,
imbuhnya, Sabtu (13/05/2023).

Warga menambahkan,”Kalau bisa kami minta tolonglah pak itu warung remang-remang yang berkedok warung kopi lendot, segera di bongkar dan di bersihkan, lagian ini kan bahu jalan sangat menggangu”.

“Ini kayaknya gara-gara banyak pembongkaran dan penutupan tempat hiburan malam (THM), di sini juga pernah ada hiburan malam di tutup oleh warga beserta kades dan satpol PP, ini malah buka lagi yang kayak gini lebih parah ini pak,” bebernya.

Dan untuk mendapatkan keterangan atau informasi yang lebih valid Awak media pun mendatangi warung remang remang yaitu di jalan Serang – Jakarta, sesuai informasi yang di dapat dari warga masyarakat Nambo desa keserang tersebut.

Ditemui di warung remang-remang atau warung kopi lendot milik mama Sipa, Mela (bukan nama sebenarnya) sebagai karyawan/pekerja penjaga warung remang remang yang berkedok berjualan kopi lendot, mengatakan kalau mau ngamar disini juga ada tempatnya pak bisa langsung main satu kali main 200 ribu, bisa di nego pak 150 juga dapat.

” Ya pak (kepada media-red) silakan mampir minum kopi, susu, susu peras atau susu seduh, kalau mau ngamar juga bisa ada tempatnya ko aman, bisa langsung main satu kali 200 ribu, bisa di nego pak 150 ribu di jamin full servis”, ajak Mela kepada awak media.

Mela melanjutkan,”Pekerja di sini ada enam orang, sekarang lagi pada libur. Ada yang halangan, makanya gak bisa kesini, untuk yang punya warung di sini yaitu mama Sipa orang petir di sini ngontrak setahun 12 jutaan pak (kepada media-red)”.

Pemilik warung mama Sipa saat dikonfirmasi tidak menjawab, dan langsung meninggalkan awak media, seperti enggan untuk di mintai keterangannya. (Tis/Bad)

Artikulli paraprakTim Gabungan Pemko Medan Gelar Gotong Royong Massal di Pinggiran Sungai Deli
Artikulli tjetërBupati Nias Lantik Pengurus dan Anggota Tim Kampung Siaga Bencana Kecamatan Bawolato