Walikota Langsa Tinjau Progres Pembangunan Rumah Sakit Regional Langsa

172

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Walikota Langsa, Usman Abdullah, SE meninjau Progres pembangunan Rumah Sakit Regional Kota Langsa di Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baro, Selasa (16/3/2021).

Saat tinjauannya Walikota didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, Dr. Herman, Kepala Bappeda Kota Langsa, M.Darfian, ST, Direktur RSUD Langsa, Kabag Pemerintahan, Khairul Ichsan, S.STP, serta unsur lainnya.

Di sela-sela peninjauannya, Walikota Langsa menyampaikan harapan saya kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar lebih memfokuskan dalam percepatan Pembangunan Rumah Sakit Regional di Kota Langsa ini.

“Kami meminta kepada Pemerintah Aceh dan Pusat untuk lebih memfokuskan dalam percepatan pembangunan Rumah Sakit Regional ini, karena ini menyangkut kepentingan masayrakat banyak dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan.

Pembangunan ini sudah memasuki tahap ke 3 sejak Tahun 2017 yang lalu dan anggaran yang dibutuhkan sesuai Perencanaan awal adalah sebesar Rp 1,3 trilyun, sedangkan dana yang telah dikucurkan di tahap pertama Rp 45 milyar, yang kedua Rp 45 milyar, bahkan yang terakhir tahun lalu hanya sebesar Rp 35 milyar.

Oleh karena nya, jika tidak didukung dengan keseriusan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, kalau kondisi terus seperti ini saya khawatir sampai beberapa Tahun ke depan pun belum tentu selesai” imbuh Usman Abdullah.

Senada dengan Walikota Langsa, Direktur RSUD Langsa, Dr. Helmiza Fahry, Sp.OT di lokasi yang sama menyampaikan sangat mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat dalam kelanjutan Pembangunan Rumah Sakit Regional ini.

“Saya berharap Pembangunan Rumah Sakit Regional di Kota Langsa ini agar cepat terealisasi sehingga bisa segera beroperasional. Harapan Kami dengan dibangunnya Rumah Sakit regional ini serta dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan SDM yang mumpuni dapat memberikan layanan fasilitas kesehatan yang baik bagi Masyarakat tanpa harus merujuk keluar daerah Kota Langsa maupun luar Provinsi Aceh” tutur Helmiza. (AA)