Wali Murid Mengeluh, SDN 014664 Rahuning Lakukan Beragam Pengutipan Uang

174

KISARAN (SUMUT) ketikberita.com | Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Negeri 014664 Rahuning, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan mengaku keberatan dan mengeluh akibat beragamnya pengutipan dana yang berbau pungli (pungutan liar, red) di Sekolah tersebut.Dengan berbagai dalih,pihak sekolah yang dikepalai oleh NS kerap melakukan pengutipan.

Pengutipan uang para murid yang berbau pungli sangat beragam,antara lain berupa uang ijazah – bagi kelas VI – sebesar 150 ribu/murid,lalu ada lagi yang disebut “uang perpisahan”,besarnya lumayan juga, yakni 30 ribu/murid kelas VI.

Ada lagi pemotongan dana PIP (Program Indonesia Pintar) sebesar Rp 60 ribu dari jumlah Rp 450 ribu yang semestinya diterima oleh para murid penerima dana PIP tersebut.

Salah seorang wali murid bernama Iwan yang ditemui Media ini, Senin (31/05/2021) di sebuah warung yang berada tidak berapa jauh dari Kompleks SD Negeri 014664 itu mengaku keberatan dan terpaksa membayar uang ijazah sebesar 150 ribu itu karena takut dipersulit proses administrasi anaknya yang ikut lulus – lulusan di Sekolah tersebut.

“Sebenarnya saya enggak ikhlas, cuman terpaksa karena katanya sudah kesepakatan semua orang tua siswa. Walau pun sudah saya bayar uang yang 150 ribu itu saya bilang sama ibu guru yang menerima uang tersebut bahwa sebenarnya saya gak izin dunia akhirat. Kalau pun jadi darah akan jadi darah tinggi, dan kalau pun jadi daging maka akan menjadi daging tumbuh,” ujar Iwan menyampaikan sumpah serapahnya terkait pengutipan tersebut.

Sebelumnya beberapa emak – emak yang lagi nongkrong di warung itu menyebutkan bahwa pembayaran uang ijazah sebesar 150 ribu itu terjadi bukan secara sukarela dari orang tua murid. Tetapi merupakan pengutipan yang dilakukan sekolah dengan dalih berdasarkan hasil musyawarah wali murid.

“Mana ada pak orang tua murid yang mau bayar uang ijazah atau uang terima kasih sama guru sampai 150 ribu. Kalau pun aku ada uang gak mau aku membayarnya,” kata ibu rumah tangga berdaster liris – liris hitam dengan nada jengkel.

Sementara ibu rumah tangga lainnya yang mengaku memiliki anak di SDN 014664 itu menjelaskan bahwa pengutipan uang ijazah dan uang perpisahan tersebut terjadi sebelum berlangsungnya acara perpisahan pada tanggal 28 Maret 2021 yang lalu.

Sebelum dilakukan pengutipan, pihak Sekolah terlebih dahulu mengundang wali murid untuk bermusyawarah. Kemudian dalam musyawarah dipatokkan bahwa biaya untuk administrasi ijazah bagi siswa kelas VI yang akan mengikuti lulus – lulusan 150 ribu dan biaya perpisahannya 30 ribu. Memang dalam musyawarah itu pihak sekolah ada menyampaikan siapa yang keberatan tunjuk tangan, tapi gak yang berani tunjuk tangan, pungkas perempuan berhijab itu.

Secara terpisah Kepala Sekolah SDN 014664 Rahuning Nurainim SPd didampingi wali Kelas VI Duma Sari Siregar SPd yang dikonfirmasi awak media di kantornya, Senin (31/05/2021) berkilah pihaknya tidak ada melakukan pengutipan uang ijazah. Tetapi Nurainim membenarkan ada menerima pemberian uang sebesar 150 ribu itu sebagai ucapan terima kasih dan acara perpisahan.

Menurut Kepala Sekolah,Nurainim, uang tersebut diserahkan oleh orang tua murid kepada wali kelasnya Duma Sari Siregar dan dipergunakan untuk acara perpisahan dan kado bagi para guru yang ada di SD Negeri 014664 Rahuning.Duma Sari Siregar menjelaskan bahwa jumlah siswa Kelas VI tahun ini sebanyak 46 orang.

Kemudian terkait dugaan pemotongan bantuan dari siswa penerima bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) Kemendikbud RI,yang sangat dikeluhkan oleh hampir semua wali murid, Nurainim menampik sekaligus berdalih bahwa pihaknya tidak ada melakukan pemotongan.

Nurainim mengakui bahwa orang tua siswa penerima bantuan secara pribadi memang ada memberikan uang terima kasih kepada petugas sekolah yang mengurus proses pencairan dana tersebut.

Perlu untuk diketahui,dana PIP tidak langsung ditransfer ke rekening masing-masing murid – sesuai arahan pemerintah di masa pandemi Covid-19 – tetapi ke rekening bendahara sekolah yang kemudian dibagikan ke murid.

“Bukan 60 ribu, kadang orang tua murid ada yang mau mengasi 100 ribu,orang itu pribadi. Ada lagi orang itu dapat 450 ribu dikasinya 150 ribu, itu pribadi. Bukan dipaksakan atau difaktorkan. Kadang ada yang ngasi 20 ribu dan bahkan ada juga 10 ribu,” kata Kepala Sekolah SDN 014664 itu sembari menjelaskan jumlah siswa yang menerima bantuan PIP tahun 2021 ini berjumlah sebanyak 68 orang.

Nurainim menambahkan,banyak orang tua siswa yang malahan minta tolong kepadanya,agar anaknya diusulkan sebagai penerima bantuan PIP dan berjanji akan memberikan uang terima kasih kepada pihak sekolah. (Rusli E Sitorus)