Wakil Walikota Medan Aulia Rahman : Jadilah Pemimpin yang Mendengar, Bijak dan Pintar Demi Terwujudnya Medan Berkah

87

MEDAN ketikberita.com | Sebagai Pemerintah Daerah Kota Medan tetap terus berapresiasi kepada APPSINDO untuk mempersatukan seluruh Pedagang. Dan jadikanlah semua wadah ini termasuk APPSINDO tempat menjadi keluh kesah para Pedagang. Tapi sekarang ini banyak Aliansi yang hadir,sebelum APPSINDO dan sesudah APPSINDO, harus kita rangkul bersama.

Sehingga makna “Kolaborasi Medan Berkah” adalah merupakan makna untuk berbaur, menjadikan satu tujuan yang baik kedepan dan terkhusus bagi Pedagang. Jadikan masa Pandemi ini kita harus banyak bersyukur dalam Rezeki dan Barokah. Perlu kita ketahui bersama perkumpulan-perkumpulan PD pasar layaknya juga harus berkordinasi dengan PD Pasar.

Dan sebaliknya harapan saya sebagai Pemerintah Kota Medan, dan PD Pasar ini juga haruslah paham, apabila para Pedagang ini memberikan Kontribusi kepada PD pasar hanya sebatas Kontribusi saja.

Jadikanlah Kontribusi Pedagang kembali untuk memperhatikan para Pedagang. Saat ini posisi kita semakin sulit, karena pedagang kita termasuk kategori Mentor rendah kebawah. Sementara Perusahaan besar Ramayana dan Pedagang yang tutup akibat Pandemi Covid. Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Medan Aulia Rahman saat acara pelantikan Ketua APPSINDO DPD Kota Medan dihotel Madani Minggu, (04/07/2021).

Lanjut Aulia Rahman Allah telah memberikan Wabah Covid di muka dunia ini, kita yang mampu bertahan harus berjuang untuk anak dan istri serta keluarga. Bagaimana sebenarnya makna perjuangan kita yang kita hadapi sekarang.

Makanya untuk bertahan hidup semenjak terus adanya Covid ini, kita sekarang harus mempunyai Strategi. Yaitu strateginya dengan memakai Aplikasi Android, dan barang sudah sampai rumah dan uang masuk ke rekening. Apakah para pedagang tidak mau seperti itu.

Pemko Medan akan membantu mempublikasi kepada masyarakat medan tidak perlu turun ke Pasar, cukup menggunakan Aplikasi. Mau belanja kemana masyarakat bisa di kontrol PD pasar. Disinilah bisa kita lihat bersama Sirkulasi dan perputaran Perekonomian yang ada di Kota Medan.

Lanjut Aulia Rahman jadilah “Pemimpin yang mendengar, jadilah Pemimpin yang Bijak, jangan jadi Pemimpin Pintar tapi tidak bijak. Karena Pemimpin Bijak sudah pasti Pintar, tapi Pemimpin Pintar belum tentu Bijak. Tolong “Hilangkan Nafsu”. Karena nafsu inilah menghancurkan segalanya.

Dan sekarang ketua APPSINDO baru Kota Medan jadilah “Top Leader” daripada kawan-kawan kita, dengar Aspirasi Para Pedagang,sekaligus rembukanlah bersama dengan jajaran Pemerintah, hilangkan ego Kepemimpinan, dan saya akan bantu (Wakil Walikota Aulia Rahman Red-) kepada semua pedagang di Pasar.

Sambung Aulia bahwa kedepan saya tidak mau lagi mendengar “Pungutan” kepada Pedagang menggunakan uang Kontan. Kita buat Aplikasi,supaya kita tahu “Input dan Out Put” daripada pedagang PD Pasar. Supaya pedagang-pedagang saat ini tidak terzolimi lagi Sarana dan Prasana yang diberikan oleh PD Pasar. Karena saya mendengar ada “Tikus” di PD Pasar.

Kasian para pedagang yang memberikan Kontribusi untuk menghidupkan PD Pasar, tapi kawan-kawan di PD Pasar teraniaya dan terzolimi dengan ketidakadilan yang dirasakan. Harapan saya Kedepan PD Pasar dibangun sistem dan Birokrasi dengan baik.Tidak ada lagi Transaksional di PD pasar itu

Ketika ditanya wartawan tentang kenapa ada “Tikus” di PD Pasar, maksudnya Tikus seperti apa yang dimaksud, Wakil Walikota Aulia Rahman mengatakan bahwa Notabenenya PD Pasar adalah tempat-tempat kebocoran Anggaran, kedepan saya tidak mau lihat lagi ada kebocoran Anggaran tersebut. Jadi kami akan Kordinasi dan Kolaborasi kerja mulai Plt PD Pasar Bu Maya sering berkordinasi dengan Pak Walikota, berkordinasi dengan Sekda bagaimana caranya menutup kebocoran Anggaran.

Hal senada diungkapkan Ketua DPD APPSINDO Kota Medan Masrizal Manday SE. mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mempercayai saya sebagai Ketua DPD APPSINDO. Kehadiran kita sebagai Ketua APPSINDO yang baru harus Kita bersatu padu dan bekerjasama, kita kuatkan Rasa Silaturahmi antara DPD APPSINDO dan para Pedagang.

Demi terwujudnya PD Pasar yang makmur dan sejahtera, kita kuatkan Soliditas dan Solidaritas. Kita juga berharap para pedagang mengikuti peraturan dan tertib seperti membayar iuran, bayar lampu dan jaga malam.

Ditanya wartawan maksudnya seperti apa ada “Tikus” di PD Pasar, Masrizal dengan senyum mengatakan. Mungkin di PD Pasar kemarin Managemennya “Close The Book” tidak “Open The Book”. Dengan adanya sekarang saya menjadi Ketua baru di APPSINDO, Managemen Pembukuan dan Administrasi akan lebih Transparan lagi.

Semua sekarang akan kita kontrol dan kita awasi dengan baik. Kalau dibayar secara harian, kita cek langsung kemana arahnya. Kalau sudah semua terbuka, Insya Allah “Tikusnya Akan Hilang”, pedagang pun merasa puas. (Dewa S.Sos)