Wakil Walikota Langsa Ziarah Makam Ulama Abu Pucok Alu

32

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid, MM menziarahi dan melakukan pemugaran makam Tgk. H. Mahmud Usman Simpang Ulim (Abu Pucok Alu/Abu Dirawang), ia merupakan tokoh terkemuka yang pernah berjaya dimasanya dan juga dikenal seorang ulama kharismatik di Aceh Timur.

Makam ini berada di dalam komplek Dayah Adabiyah. Dayah tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasiskan agama Islam yang tertua di daerah tersebut yang didirikannya pada masa itu yang terletak di Gampong Pucok Alu Sa, Kecamatan Simpang Ulim, kabupaten Aceh Timur.

Di katakan Marzuki Hamid, sosok Tgk. H. Mahmud Usman Simpang Ulim (Abu Pucok Alu/Abu Dirawang) tidaklah asing karena ia adalah kakeknya.

“Beliau seorang tokoh masyarakat dan ulama yang pernah dimiliki oleh masyarakat Simpang Ulim dan sekitarnya bahkan Aceh Timur pada masa itu,” ujarnya, Minggu (27/9/2020).

Lanjut Wakil Walikota, semasa hidupnya almarhum termasuk inisiator dalam melahirkan berbagai lembaga Islam di daerah tersebut diantaranya menjadi lembaga pendidikan Islam seperti Dayah dan Madrasah hingga saat ini.

“Tak hanya itu beliau termasuk ketua panitia pertama dalam pembangunan masjid raya Baitul Karim Simpang Ulim. Bahkan kala itu beliau pernah menjabat Kepala Jawatan Agama Aceh Timur atau sekarang disebut Kakankemenag,” urainya.

Marzuki Hamid menambahkan Abu Pucok Alu salah satu murid Abu Hasan Krueng Kale Kuta Raja/Aceh besar. Disamping kesibukan mengajar para murid di Dayah yang dipimpinnya, ia juga kerap mengisi pengajian untuk para imam Gampong.

Dalam perjalanan hidup Tgk. H. Mahmud Usman dikaruniai 24 anak sementara cucunya pada saat beliau masih hidup memiliki 82 orang cucu. “Sekarang jumlah anggota keluarga (keturunannya) tentu semakin bertambah,” tandanya.

Oleh sebab itu, ia mengajak kepada kerabat, anak dan para cucu yang ditinggal untuk dapat melanjutkan perjuangannya.

“Untuk Anak, cucu dan keturunannya dapat melanjutkan perjuangan beliau terutama dalam bidang keagamaan dan sosial,” pesannya.

Sebelumnya Marzuki Hamid bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan pekarangan Dayah Adabiyah serta makam ulama Tgk. H. Mahmud Usman Simpang Ulim lahir pada tahun 1897 dan meninggal di tahun 1980 silam. (AA)