Wakil Walikota Apresiasi Kerja Sama Bank Indonesia Dengan PT. Pekola

216

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Wakil Walikota Langsa Dr. H. Marzuki Hamid MM menyampaikan apresiasi atas kerja sama Bank Indonesia dengan PT Pekola yang telah membuat terobosan baru dalam penggunaan transaksi digital di objek wisata Kota Langsa.

“Kami berharap terobosan ini akan dilanjutkan oleh pengelola objek wisata, hotel, restauran dan cafe-cafe yang ada di kota Langsa,” ujar Marzuki Hamid saat melaunching penerapan Quick Respons Indonesia Standar (QRIS) di Hutan Kota, Rabu (24/3/2021).

Dia menjelaskan bahwa penggunaan transaksi keuangan non tunai ini oleh penyedia layanan sudah menjadi keharusan di era industri 4.0 ini. “Ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari transaksi non tunai, diantaranya menjadi lebih efisien, lebih mudah dan lebih aman. Anak muda dan kelas menengah saat ini sudah cukup familiar dengan transaksi non tunai,”tutur Marzuki Hamid.

Lanjut Wakil Walikota, penyedia layanan jasa di kota langsa harus adaptif terhadap kemauan pasar dan juga kemampuan teknologi khususnya di sektor pariwisata.

Bank Indonesia, ternyata tidak hanya memfasilitasi PT. Pekola untuk penyedia fasilitas pembayaran non tunai. Tetapi juga membantu Pemko dan masyarakat Langsa untuk mendapatkan fasilitas permodalan. “Salah satu penerima manfaat kelompok budidaya udang vaname,”tandasnya.

Marzuki Hamid menambahkan Pemko Langsa juga turut mengapresiasi bank Indonesia atas bantuan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa khususnya Universitas Samudra (Unsam). “Semoga beasiswa ini bermanfaat dan menambah motivasi belajar bagi penerimanya dan kami berharap cakupan beasiswa tersebut bisa diperluas ke kampus atau sekolah lainnya,” jelas Wakil Walikota.

Kepala perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Yakon Afrinaldo menuturkan penerapan Quick Respons Indonesia Standar (QRIS) dalam rangka mendorong pertumbuhan transaksi pembayaran digital di sektor pariwisata.

“Kantor perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) bekerja sama dengan PT Fintek Nusantara dan PT Pekola telah menerapkan pembayaran tiket masuk destinasi wisata Hutan kota langsa dengan menggunakan Quick Respons Indonesia Standar (QRIS),”imbuhnya.

Disamping itu, BI juga memiliki program peningkatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui budidaya udang vaname biflog. “KPwBI Lhokseumawe bersama pemerintah kota Langsa telah melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok usaha pada budidaya perikanan Sayonara yang berada di kecamatan Langsa Barat,”tukas Yukon Afrinaldo. (AA)