Wabup Sabar AS ” Cepat Tanggap Tutupnya Taman Bunga Puncak Tonang Di Upayakan Segera Regulasi untuk Kenyamanan Inventasi Pengelolanya

218

PASAMAN (Sumbar) ketikberita.com | Sungguh sangat disayangkan, kalau ada destinasi wisata yang tutup ditengah promosi dan penggalakkan pariwisata oleh Pemkab Pasaman. “ Ungkap Wakil Bupati Pasaman Sabar kepada wartawan menanggapi berita terkait akan ditutupnya objek wisata Taman Bunga Puncak Tonang. Selasa (27/9) di ruang kerjanya setelah mepimpin rapat percepatan rancangan peraturan daearh tentan pariwisata.

Sabar menambahkan, mestinya promosi dan dukungan pemerintah dalam pengembangan pariwisata menjadi moment bagi pengelola wisata untuk meningkatkan keberadaannya ditengah masyarakat. Bukan malah sebaliknya. “Mestinya meningkat, bukan ditutup dong.” Tegasnya.

Sabar menguraikan sebagai wujud penterjemahan program prioritas kabupaten Pasaman yang tertuang dalam RPJMD 2021-2026, yang salah satunya adalah Pasaman tujuan wisata selalu menjadi prioritas. Sebagai program prioritas Pemkab Pasaman mewujudkan dengan berbagai kegiatan, baik itu pembenahan dan pengelolaan destinasi, penyelenggaraan ivent-ivent wisata maupun meningkatkan sumber daya manusia pengelola wisata itu sendiri.

Dalam promosi wisata, Pasaman sudah melakukan banyak hal, diantaranya sukses sebagai pemenang dalam lomba desa wisata nusantara, mempormosikan paket wisata Pasaman di ajang Kompas Travel Fair, menjadikan program prioritas.Pasaman singkron dengan program pengembangan pembangunan wisata provinsi dan nasional.

Disamping ivent kita juga kembangkan sumber daya para pelaku wisata, baik pengelola destinasi, pelaku ekonomi kreatif dan UMKM maupun pemandu wisata itu sendiri. Tidak terkecuali pula pembangunan dan pengembangan destinasinya. “Seluruh potensi wisata Pasaman, baik destinasi, UMKM, Ekraf dan sumber daya manusianya kita kembangkan secara maksismal. Tukuk Sabar.

Maka suatu hal yang diluar kemauan dan harapan kita kalau ada destinasi yang sudah ada, bahkan yang sudah dikenal ditutup untuk pengunjung. Kawasan puncak tonang selama ini tetap menjadi perhatian kita bersama, baik promosi, pengembangan dan pelengkapan administrasi keeksisannya.

Selanjutnya dengan tegas Wabup Sabar AS perintahkan OPD teknis untuk membantu pengelola Taman Bunga Puncak Tonang tersbut mencarikan solusi atas masalah yang dihadapinya. Saya sudah bahas di rapat internal dan OPD terkait agar turun kelapangan dan memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi pengelola tersebut.

Seiring dengan penyelesaian masalah tersbut kita berharap pengelola tetap membuka Taman Bunga Puncak Tonang untuk pengnjung. Selama ini, yang membatasi pemerintah daerah untuk ikut membantu pembangunan sarana disana adalah keberadaan kawasan yakni dalam kawasan hutan lindung. Tapi bukan berarti Pemkab diam, berbagai upaya dan langkah percepatan sudah dilakukan. Diantaranya menjadikan kawasan puncak tonang menjadi perhutanan social.

“Kita usulkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Barat agar kawasan puncak tonang menjadi kawasan perhutanan sosial. Sehingga bisa dikelola dengan baik oleh masyarakat, dan pemerintah bisa juga membantu sarana dan prasaran pendukungnya.”

Oleh sebab itu, kita berharap dukugan dan kepedulian masyarakat di kawasan tonang dalam pengusulan tersebut. Salah satu bentuk dukukngan tersebut yakni mempermudah pengusulan dengan memberikan data-data yang bernar terkait pengusulan perhutanan sosial tersebut.

Kita sama-sama tahu bahwa kawasah ini merupakan primadona pertama yang di Pasaman. Sangat disayangkan apabila potensi wisata tutup untuk pengunjing apalagi beralih fusngsi menjadi kawasan perkebunan sayur-sayuran. Setelah kawasan ini menjadi kawasan perhutanan sosial makan lebih rinci dan teknis akan diatur regulasi untuk pemanfaatan kawasan wisata yang maju dan representatif. Untuk menunjang UMKM dan ekraf di Pasaman umumnya dan Lubuk Sikaping khususnya. Apabila taman Bunga tutup akan berdampak kepada objek lainya yang disana.

Oleh sebab itu, kepada pengelola selalu bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mencarikan solusi terbaik agar keberlangsungan operasional Taman Bunga Puncak Tonang bisa berjalan dengan baik.

Termasuk pungli yang dikeluhkan pengelola Taman Bunga Puncak Tonang tersebut, harus ditertibkan.”Pungli tersebut wajib ditertibkan. Tidak boleh ada pungli dimanapun.” Tegas Sabar.

Ia meminta peran nagari segera meninjau ke lapangan dan menertiban pungli yang dikeluhkan tersebut. “Wali nagari saya minta turun dan tertibkan pungli tersbut.” tutupnya. (Abdi)