Usung Konsep Rusunami, Bobby Nasution Kedepankan Manfaat Bagi Masyarakat dalam Relokasi Bantaran Sungai

164

MEDAN ketikberita.com | Normalisasi sungai merupakan salah satu upaya yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Medan. Ada 3 sungai yang telah disetujui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II yakni Sungai Deli, Babura dan Bedera. Tentunya normalisasi yang akan dilakukan berdampak terhadap warga yang tinggal di bantaran ketiga sungai tersebut.

Oleh karenanya warga tersebut harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Menantu Presiden Joko Widodo ini pun menyadarinya dan telah menyiapkan konsep rumah susun sederhana milik (rusunami) dengan mengedepankan manfaat bagi masyarakat dalam relokasi bantaran sungai tersebut.

Diungkapkan Bobby Nasution, penanganan banjir merupakan salah satu program prioritas yang harus dituntaskan hingga berakhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Medan. Selain terus melakukan perbaikan atas buruknya drainase yang ada, normalisasi sungai merupakan salah satu akar masalah mengatasi banjir maupun genangan air yang terjadi di Kota Medan. Sebab, umumnya sungai yang melintasi ibukota Provinsi Sumatera Utara telah mengalami pendangkalan.

“Agar normalisasi sungai dapat dilakukan secara maksimal, tentunya warga yang tinggal di bantaran sungai harus direlokasi. Dalam melakukan relokasi, tentunya dibutuhkan rumah pengganti yang layak huni bagi warga yang terkena relokasi. Untuk itu kita telah menyiapkan konsep rusunami sebagai solusi dari relokasi yang akan dilakukan,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Dengan konsep rusunami ini, Bobby Nasution ingin memberikan manfaat bagi masyarakat dan kota, berbeda dari relokasi bantaran sungai sebelumnya. Selain penanganan banjir dapat dilakukan secara maksimal, konsep ini juga akan memberikan rumah yang layak huni bagi warga yang terdampak dari normalisasi sungai tersebt. Bobby optimis pergerakan ekonomi dapat dilakukan jika konsep rusunami ini dapat terwujud.

“Jika relokasi bantaran sungai ini dapat dilakukan, setidaknya ada beberapa manfaat jika program ini terwujud. Tidak hanya penanganan banjir, juga penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat dan pergerakan ekonomi,” ungkapnya.

Konsep rusunami yang disusung Bobby Nasution dalam relokasi bantaran sungai dengan mengedepankan manfaat bagi masyarakat mendapat apresiasi Indra Fauzan SHI MSoc Sc PhD, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (Fisip USU) Menurut Indra, konsep yang diusung itu sangat baik dan penting dilakukan. Sebab, penanganan banjir yang dilakukan diikuti dengan memberikan solusi atas masalah sosial yang timbul akibat normalisasi tersebut.

“Tentunya langkah yang dilakukan Pak Wali Kota sangat tepat. Selain mengatasi banjir, juga akan menyiapkan rusunami bagi warga di bantaran sungai yang terdampak dari normalisasi sungai yang dilakukan,” ungkap Indra.

Sebelum relokasi dilakukan, jelas Indra, Pemko Medan harus masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terkena normalisasi. Dengan demikian masyarakat mengetahui kemana nanti pindah saat relokasi dilakukan sehingga mereka sudah memiliki gambaran hidup selanjutnya. Di samping itu, harap Indra, Pemko Medan juga memberikan pelayanan yang maksimal serta fasilitas penunjang rusunami tersebut.

“Konsep rusunami ini juga konsep yang humanis dan ramah warga. Tentunya harapan kita semua sebagai warga Kota Medan nantinya dapat hidup sejahtera dan berdampingan dengan sesamanya. Konsep ini tentunya merupakan sebuah konsep yang baik kebijakannya, ramah dan memanusiakan manusia. Pemko Medan tentunya menginginkan semua warganya mendapat jaminan hidup yang layak dan tidak hidup dalam bayang bayang bencana” pungkasnya. (er)