Ustad Kondang Abdul Somad LC.MA Tausiah Ditanah Kabupaten Padang Lawas “Bercahaya”

427

PALAS (Sumut) ketikberita.com | Terik Matahari yang sangat Panas di tanah Kabupaten Padang Lawas yang kita kenal dengan Serambi Mekkah, tidaklah menyurut Hati dan Jiwa yang penuh dengan semangat seluruh Masyarakat, untuk menghadiri Tausiah Ustad Abdul Somad Lc MA.

Ketika melihat lautan manusia yang hadir di Kabupaten Padang Lawas sangatlah terharu dan tersenyum, walaupun cuaca sangatlah Panas dan dapat bantuan Pemadam Kebakaran untuk menyemprot air ke dalam Lapangan MAN Sibuhuan. Sambil berceramah Ustad Somat selalu menyapa Masyarakat Padang Lawas dengan mengucapkan Takbir…Allahhu Akbar disambut warga. Sehingga badan lelah pun menjadi hilang melihat Senyum masyarakat yang semakin lebar.

Dalam Tausiahnya Ustad Abdul Somad mengatakan kita di seluruh umat manusia janganlah Berbusuk Hati. Karena kalau kita akan berbusuk hati, maka Solat, Puasa, Mengaji dan Sedekah itu akan menjadi punah. Janganlah kita melihat orang punya Mobil Baru, Rumah Baru dan nampak Cincin 3 jari, gelang banyak dan Kalungnya bulat besar dan jangan pulak naik Tensi kita 180/150. Makanya kita pun cepat mati, karena kita sebagai Manusia mempunyai ” Busuk Hati”.

Lanjut Ustad Somad pun juga menghimbau kepada masyarakat Padang Lawas bahwa kita haruslah banyak berzikir menyebut nama Allah SWT. Siapa yang selalu berzikir kepada Allah, maka matinya pun mulutnya Berzikir Asma Allah ” LAILLAHAILLALLAH”. Karena apa yang sering kita ucapkan dan apa yang sering kita keluar dari mulut kita selama di Dunia, maka matinya pun seperti itu. Makanya sering-seringlah Berzikir menyebut Nama Allah, biar mudah Sakratul Mautnya.

Lanjut Ustad Somad Ingat…Orang yang selalu Berzikir Asma Allah, jika kita mati pun cepat, tapi sebaliknya jika kita tidak sering menyebut nama Allah, maka matinya pun harus dibuka atap rumahnya, dipukul pake daun kelor juga tidak mati, maka matinya pun harus ditunjukkan HP gambar “Balak Enam” baru dia mati. NAUZUBILLAH MINZALIKKA.

Lanjut Ustad Somad bahwa Sakratul Maut macam ditebas Pedang 100 x, macam kulit kambing yang dikuliti, hidup-hidup, dan macam kail pancing ditarik dari kulitnya yang basah, begitulah sakitnya mati. Tapi ada yang ringan matinya yaitu dengan mengucapkan “Afdol zikri Fadlam Annahu Laillahaillallah 3 x.Kalau sudah kita terus berzikir, maka ketika kita mati dengan mati Khusnul Khotimah, janganlah dengan mati Su’ul Khotimah.(DEWA JARLUB S.SOS/JAWA-ARAB-LUBIS)