Tokoh Pers Sumut GM Immanuel Panggabean: PWI Harus Mampu Membentuk Karakteristik Wartawan

68
TEKS: Farianda Putra Sinik dan Immanuel Panggabean.(ist)

JAKARTA ketikberita.com | Tokoh pers Sumatera Utara, GM Immanuel Panggabean mengemukakan, pers nasional harus mampu memainkan peran konstruktif dalam memaknai pembangunan bangsa sekaligus tetap memiliki komitmen menjalankan fungsi sosial kontrol yang menjadi amanah UU Pers.

“Sinergitas antara pers dan pemerintah harus terus dikembangkan, termasuk berkonstribusi memberi sumbangsih pemikiran tanpa mengabaikan fungsi kritik. Disinilah makna sinergitas itu sebenarnya, dan organisasi profesi PWI harus mampu berperan membentuk karakteristik wartawan yang dibutuhkan atas nama profesionalisme,” ujar GM Immanuel Panggabean yang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) dalam diskusi ringan dengan Pemred Harian Medan Pos, Farianda Putra Sinik di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, peran pers bukan hanya sekedar menyampaikan informasi kepada publik, namun harus mampu dikembangkan lagi agar menjadi salah satu acuan bagi kesinambungan pembangunan bangsa, termasuk di Sumatera Utara.

“PWI sebagai organisasi profesi punya peran penting melakukan hal tersebut sekaligus membangun SDM wartawan yang mumpuni, khususnya dalam pemahaman regulasi aturan profesi maupun hal lainnya. Langkah ini harus dipersiapkan secara matang, karena tantangan pers kedepan semakin kompleks dan dinamis, terutama menghadapi era digitalisasi saat ini,” tambahnya.

Dalam konteks inilah, Immanuel berharap agar PWI menjadi ‘rumah besar’ para wartawan dalam menggodok berbagai problematika bangsa, termasuk hal-hal yang dihadapi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Kredibilitas dan profesionalitas harus jalan seiring agar kualitas SDM wartawan kedepan semakin baik.

Ini tantangan kita dan siapapun yang akan memimpin PWI Sumatera Utara 5 tahun kedepan harus mampu melakukan perubahan dan terobosan-terobosan agar organisasi profesi tertua ini makin diperhitungkan eksistensinya,” tambahnya sembari menyambut positif dan merespon keinginan Farianda Putra Sinik yang siap memimpin PWI Sumatera Utara.

Sebagai organisasi profesi, ujarnya, PWI harus mampu menjadi penyeimbang dan jembatan infomasi bagi pemerintah dan masyarakat. “Anda (Farianda -red) harus mampu memainkan peran itu jika terpilih nanti, termasuk peningkatan kualitas SDM harus diarahkan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan regulasi aturan pers lainnya,” tambahnya.

Dalam diskusi ringan yang diselingi canda tawa ini, Farianda menyatakan siap mengemban amanah yang disampaikan seniornya, Immanuel Panggabean. “Siap bang. Insya Allah semua yang abangda sampaikan akan saya implementasikan jika diamanahkan memimpin PWI Sumut. Saya sepakat menjadikan PWI sebagai ‘rumah besar’ kita dalam menegakkan profesionalisme pers,” kata Farianda.

Terkait dengan pelaksanaan pemilihan Ketua PWI Sumut yang rencananya akan digelar pada 29-31 Juli mendatang, Pemred Harian SIB ini berpendapat, semua anggota PWI Sumut berhak mencalonkan diri, namun hendaknya sosok Ketua PWI Sumut kedepan harus mampu mengangkat marwah dan martabat organisasi menjadi lebih baik.

“Orangtua kami dan PWI Sumut tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang pers di Sumatera Utara. Kedepan PWI juga harus menyiapkan dan mendorong anggotanya berkiprah diberbagai lembaga yang memiliki korelasi dengan tugas-tugas wartawan. Ini yang harus diperkuat agar PWI menjadi organisasi profesi yang disegani dan diperhitungkan,” tambahnya.
Forum Tokoh Pers

Berkaitan dengan konstribusi pemikiran para pelaku pers, Immanuel Panggabean mengajak jajaran pengurus PWI Sumatera Utara menggali potensi pemikiran para tokoh-tokoh pers Sumatera Utara untuk disuarakan ke publik.

“Dulu setahu saya ada Forum Redaktur yang digagas Bung Syahrir saat memimpin PWI Sumut. Forum ini sangat bagus, sayang enggak diteruskan. Kedepan saya sarankan buat forum para tokoh pers Sumatera Utara, dan PWI harus jadi pionirnya. Forum ini setidaknya mampu menggali potensi pemikiran untuk pembangunan Sumut. Ini penting agar Sumatera Utara tidak tertinggal dengan daerah lain,” tambahnya.

Selain itu, Immanuel juga menyinggung perlunya dibuat lembaga pendidikan atau semacam badan khusus yang menangani pendidikan bagi para wartawan. “PWI punya tokoh-tokoh senior yang sudah malang melintang di pusat maupun di Medan sendiri. Manfaatkan mereka untuk berbagi ilmu, karena berbagai pengalaman jurnalistik dari para senior di bidang pers akan memperkuat eksistensi kita,” katanya.

Siap Pimpin PWI Sumut

Sementara, Farianda Putra Sinik menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seniornya GM Immanuel Panggabean yang telah memberikan berbagai pemikiran cerdas dan bernas untuk kemajuan PWI Sumatera Utara.

“Ini pertemuan luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada Abangda Immanuel Panggabean yang mau memberikan pemikiran-pemikiran positif untuk kemajuan pers di Sumatera Utara. Makasi Bangda, saya akan laksanakan amanah ini, dan makin kuat tekad dan semangat saya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua PWI Sumut,” tambah Farianda.

Menurut Farianda, dirinya siap melakukan perubahan-perubahan positif untuk kemajuan organisasi PWI.5 “Ayah saya Ibrahim Sinik bagian yang tak terpisahkan dari PWI Sumut, dan sudah menjadi tekad saya untuk melanjutkan amanah beliau,” tambah Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara ini.

Disebutkannya, pihaknya akan menguatkan program peningkatan kualitas SDM para wartawan, perlindungan wartawan maupun peningkatan kesejahteraan wartawan sesuai yang diamanahkan PD/PRT PWI. “ Program sertifikasi wartawan yang dicanangkan Dewan Pers harus terus dilakukan guna mengukur kompetensi anggota, namun pembekalan kepada wartawan melalui Diklat juga harus dilakukan secara berkesinambungan agar para wartawan khususnya anggota PWI tetap dihargai saat melaksanakan tugas jurnalistik,” ujarnya sembari memohon dukungan semua anggota PWI Sumatera Utara dalam pencalonan nantinya. (Red)