Tidak Gambarkan Rumah Adat Karo, Daniel Pinem Minta Pemko Ganti Ornamen Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan

210

MEDAN ketikberita.com | Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan, Daniel Pinem, minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan mengganti Gapura Batas Kota di Kecamatan Medan Tuntungan yang tengah dalam proses revitalisasi. Sebab ornamen ‘kepala kerbau’ berikut tanduknya tidak terlihat di atas Gapura yang berbentuk rumah adat suku karo tersebut.

“Kita minta agar ornamen diatas Gapura tersebut segera diganti dengan ornamen Kepala Kerbau. Tentunya kalau kelapa kerbau ada tanduknya, ini bukan cuma tanduk tapi tidak ada kepala kerbaunya,” ucap Daniel Pinem, Rabu (22/2/2023).

Dikatakan Daniel yang juga tokoh karo di Kota Medan ini, ornamen tersebut harus segera diganti dengan kepala kerbau. Pasalnya, setiap rumah adat karo memang memiliki ornamen kepala kerbau diatasnya. Rumah adat karo lengkap dengan kepala kerbau itu merupakan identitas diri suku karo.

“Jadi rumah adat karo itu memang harus ada kepala kerbau diatasnya, itulah identitas suku karo. Kalau tidak ada kepala kerbau diatasnya, ya bukan rumah adat karo namanya,”ujar Daniel

Sementara, gapura yang dibangun di Medan Tuntungan yang tengah dalam proses revitalisasi itu lanjut Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan ini, tidak ada kepala kerbaunya.

Pasalnya usai direvitalisasi, ornamen ‘kepala kerbau’ berikut tanduknya tidak terlihat di atas Gapura berbentuk rumah adat suku karo tersebut diatasnya.

“Jadi sekali lagi kita minta agar ornamen yang ada saat ini di atas gapura itu segera diganti dengan ornamen kepala kerbau, agar identitas suku karo tidak hilang dari gapura itu,” ujarnya.

Dijelaskan Daniel yang merupakan Anggota DPRD Medan dari Dapil Medan V meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Polonia, dan Medan Maimun itu, Guru Patimpus Sembiring Pelawi merupakan pendiri Kota Medan. Sementara, Kecamatan Medan Tuntungan merupakan perbatasan Kota Medan dengan Deli serdang sekaligus pintu masuk dari Kabupaten Karo.

“Kota Medan merupakan kota multi etnis, dan identitas Kota Medan tidak terlepas juga dari suku karo. Identitas-identitas seperti ini tidak boleh hilang, karena ini salah satu kekayaan Kota Medan. Kita harap Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan segera menindaklanjuti hal ini,” pungkasnya. (er)

 

Artikulli paraprakPeringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Bobby Nasution Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Lingkungan
Artikulli tjetërPemko Medan Butuh Dukungan Masyarakat Atasi Sampah, Bobby Nasution: Sungai Masih Tempat Pembuangan Sampah