Terkendala Biaya, Selama 2 Tahun Anggia Menahan Sakit Lymphadenopathy yang Dideritanya

270

LEBAK (Banten) ketikberita.com | Anggia Nurul Fadilah, gadis kecil berusia 12 tahun ini hanya bisa terbaring lemah ditempat tidurnya.

Sejak tahun 2019 lalu, berdasarkan hasil diagnosa dari RS. Hermina Tangerang, puteri pertama dari pasangan Nurlela Isnaeni dan Ahmad Fadilah ini menderita sakit Lymphadenopathy, atau pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Ditemui di kediamannya, yang terletak di Kampung Gubugan Rt 01/03 Desa Maja Kecamatan Maja Kabupaten Lebak, Nurlela menuturkan, bahwa pada saat itu Anggia sempat menjalani operasi di RS Harapan Kita, Tangerang.

“Waktu itu setelah periksa dari RS Hermina, langsung dirujuk ke RS Harapan Kita untuk dioperasi. Kebetulan waktu itu suami saya masih memiliki BPJS Ketenagakerjaan” ujarnya.

Namun seiring waktu, kondisi Anggia tak juga membaik, sementara Ahmad Fadilah sang ayah saat ini sudah tidak lagi bekerja. Alhasil, selama dua tahun terakhir ini Anggia tidak lagi menjalani perawatan.

“Dia (Anggia red_) sering mengeluhkan sakitnya, tapi saya dan suami tidak bisa berbuat apa apa, mau dibawa ke rumah sakit juga kami tidak punya biaya, sementara BPJS pun sudah tidak aktif” ujar Nurlela.

Saat dikonfirmasi perihal Anggia, Kepala Desa Maja Ma’mun Tobari menyampaikan, bahwa pihak Pemerintah Desa sudah membuatkan SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu) sebagai syarat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Berbekal SKTM dari Pemerintah Desa dan rujukan dari Puskesmas setempat, Minggu 7 Februari 2021 Anggia langsung dibawa ke RS Banten, Serang.

Menolak Rapid Test

Namun, sesampainya di RS Banten, pihak rumah sakit meminta agar Anggia menjalani tes rapid, mengingat RS Banten merupakan rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19. Tentu saja hal tersebut ditolak Nurlela. Menurutnya, sudah jelas Anggia memiliki riwayat penyakit medis, jadi untuk apa harus menjalani rapid test segala?

Setelah melalui perundingan, akhirnya diputuskan Anggia kembali dibawa pulang tanpa sempat mendapatkan perawatan.

Saat ini, kondisi Anggia semakin lemah dan memprihatinkan. Siswi kelas 7e di MTS Ar-rijan Maja ini hanya bisa berharap, dirinya bisa segera sembuh dari sakit yang dideritanya selama ini. (Jimuy)