Tentang Dugaan Pencabulan Anak, Johan : ” Itu Tidak Betul”

78

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Dugaan pencabulan terhadap anak kandung yang dituduhkan Happy kepada saya setelah rumah tangga hancur. Tuduhan tersebut adalah rekayasa karena sudah terjadi konflik keluarga sebelumnya. Happy juga sudah melaporkan berbagai kasus sebelumnya, namun tidak terbukti. Kemudian Happy juga membuat laporan terkait dugaan pencabulan ini, Ujar Johan, Sabtu (20/2/2021).

Sebelumnya Happy juga sudah pernah berupaya memfitnah saya atas tuduhan Kekerasan dalam rumah tangga, namun diakuinya bahwa laporan itu tidak benar sembari menunjukkan bukti suratnya. Dikatakan Johan, bahwa hal itu dibuat karena tidak ada realisasi atas keinginan Happy seperti yang dinyatakan dalam chat WhatsApp tertanggal 31 Desember 2018 “bahwa semua keuangan harus dipegang dan semua surat diatas nama kan kepadanya.

“Bukan hanya itu saja tutur Johan, Happy juga membawa visum anak tanggal 30 Januari 2019, sementara anak sudah dibawa pergi 1 bulan lebih oleh Happy sejak tanggal 20 Des 2018. Hal itu sudah menjadi tanggungjawab dia (Happy) dan ada kemungkinan hal itu dibuat mereka untuk menuduh saya” ungkap Johan.

Sedangkan dalam keterangan chat WA Happy tanggal 31 Desember 2018 Happy masih menyatakan anak masih dalam keadaan sempurna setelah anak di luar pengawasan saya. Menyedihkan lagi hasil dari tes Psikiater anak yang menyatakan anak takut dengan ayahnya itu adalah tidak benar. Sementara Happy sendiri masih menyatakan anak senang mendengar papinya mau datang saat itu dalam keterangan chat WA nya tanggal 26 Desember 2018.

Anak saya di doktrin dan diajari ber bohong untuk menuduh saya, beber Johan sambil menunjukkan foto – foto kedekatannya dan kebahagiaan bersama anak sebelum anak dibawa pergi yang tidak menunjukkan adanya rasa takut sedikit pun. Dan sampai saat ini saya tidak boleh menjenguknya.

Nah, dalam pengakuan anak saat diminta keterangan bagaimana dia dicabuli, sang anak menyatakan tidak tahu karena saat itu dia lagi mengantuk dan tertidur. Sementara keterangan para saksi yang merupakan anggota keluarga mereka (ibu, bibi dan Happy sendiri) mampu menjelaskan secara terperinci adegan pencabulan dimana anak sendiri pun tidak tahu prosesnya. Sedangkan keterangan para saksi juga tidak pernah mengetahui dan melihat secara langsung peristiwa pencabulan tersebut.

Dalam hal mengenai kapan. Saksi hanya bisa menduga – duga kejadian tersebut seolah olah terjadi sekitar Februari 2017 saat anak berumur 2 tahun. Dalam hal tanggal kejadian saja sudah terlihat sebuah kejanggalan dan terkesan seakan akan sebuah rekayasa untuk menghancurkan ku, Sebut Johan.

Selanjutnya, dengan alasan sang anak baru berani bercerita ketika tidak lagi bersama ayahnya karena ancaman ayahnya sangat tidak masuk akal seorang anak bayi 2 tahun bisa menahan dan menyimpan perasaan tersebut.

Saya juga telah menghadirkan saksi penjaga anak. Guru Vihara. Kerabat. dan Bibi anak yang menyatakan anak tidak pernah mengeluhkan sakit serta tidak pernah ada perubahan prilaku pada anak dan tidak pernah takut dengan ayahnya selama ini. Dan kemudian tes psikiater saya yang menyatakan tidak ada kelain an seksual dari Rumah Sakit Bhayang kara dan Rumah Sakit Methodist Medan.

Masih ungkapan Johan, niat-niat tidak baik itu juga pernah Happy tuangkan dalam chat WA nya yang hendak memen jarakan kedua orang tua Johan. dan ini sudah terlihat sebuah keterangan palsu untuk menyudut kan saya” tambah Johan dengan raut wajah penuh kesal dengan hal yang menimpanya. (AfGans)