Tembok Bangunan Pollux Habibie Termegah di Batam Roboh, Rumah Penduduk Jadi Korban

218

BATAM ketikberita.com | Pagar tembok pembatas yang cukup tinggi sekitar 3 Meter lebih milik Apartemen Pollux Habibie,yang berlokasi Batam Centre, Batam, Hancur saat dihantam banjir Air hujan. Puing-puing bangunan dan lumpur pun menghantam sejumlah rumah warga di perumahan Citra Batam, Rabu 29/1/2020, Pukul 17:00 Wib kemarin sehingga suasana di lokasi perumahan tidak nyaman mengantisipasi ada nya susulan ambruknya bangunan tembok tersebut.

Sejumlah rumah Warga di Blok D dan sekitarnya yang bersebelahan dengan Bangunan Apartement Pollux Habibie mengalami kerusakan cukup parah. berikut juga dengan kendaraan sepeda motor dan mobil yang tengah parkir didepan rumah warga menjadi sasaran empuk tanah yang longsor . Tembok pembatas yang cukup tinggi itu, menurut keterangan warga sekitar. Dibangun tanpa pondasi yang kuat, sehingga tak mampu menahan luapan Air hujan dari dalam kawasan Apartment Pollux Habibie.

Dan didalam kawasan Apartement tersebut terdapat sebuah kolam kecil diduga kuat yang mengakibatkan air hujan yang tertampung dikolam tersebut, lalu menghantam tembok pembatas antara Apartement Pollux Habibie dengan Pemukiman warga perumahan Citra Batam. “Jadi begini, pagar dibangun segitu tinggi, air diarahkan ke tembok. Sementara tidak ada drainase didalam Pollux Habibie,” ucap Saiful salah satu warga yang tinggal dikawasan itu.

Ia juga mengatakan bahwa, pihak Pollux Habibie juga tidak membangun sebuah drainase sendiri. “Dia hanya membantu membangun drainase milik perumahan Citra Batam yang kecil. Kenapa dia tidak bangun drainase sendiri didalam wilayahnya. Makanya saya sebut, ini bukan solusi. Tapi jadi bencana. Nah, sekarang jadi seperti ini kan?,” ungkapnya kepada awak Media.

Menurut keterangan warga lainnya sekitar lokasi, umur tembok ini sendiri diperkirakan baru berusia sekitar dua tahun. “Kalau nggak salah segitu. Tapi sudah roboh,” kata salah seorang warga. Diketahui, panjang tembok pembatas itu sekitar 377 meter.

Dari keterangan warga setempat. Banjir lumpur dan reruntuhan bebatuan itu menghantam hingga jarak 70 meter kerumah-rumah warga. Insiden itupun sangat mengagetkan warga sekitar. Tak hanya itu saja, warga mengungkapkan ke kecemasannya jika insiden tersebut terulang kembali. Akibat, tidak adanya drainase sendiri milik Pollux Habibie. “Masa proyek besar temboknya roboh? Paku buminya tak ada mungkin. Karena di sebelah sana, tembok seperti ini ada lagi,” kata salah satu warga.

Ditemui juga warga lainnya yang menjadi korban atas insiden itu. Mengungkapkan bahwa, tidak hanya sepeda motornya yang terkubur dan rumahnya rusak. Tapi beberapa barang-barang elektronik rusak akibat insiden robohnya tembok beton milik Pollux Habibie Batam Ungkap ibu Engjel. “Kejadian sekitar pukul 17.00-an lewat sikit, saat itu hujan turun cukup deras. Dan tiba-tiba saja tembok pembatas tersebut ambruk,” jelas Edi salah satu warga setempat saat ditemui awak media.

“Ada juga motor yang tertimbun tembok, itu motor saya. Ini pun rumah hancur. Akses untuk masuk kerumah pun susah. Barang-barang elektronik rusak semua. Pokoknya saya hanya mau minta ganti rugi akibat kejadian ini,” ujarnya. Dari kejadian tersebut. Pembangunan tembok pembatas milik Pollux Habibie Batam diduga kuat asal jadi.

Sebab, terlihat tidak adanya pondasi yang kuat untuk menahan tembok pembatas itu. Sesuai pula yang di ungkapkan beberapa warga setempat. “Drainase saja tidak ada, temboknya itu bukan setinggi itu awalnya. Tapi ini sudah ditambah tinggi lagi. Pondasi atau penahan tembok pun tak ada. Apa gak roboh kalau hujan datang. “Ini harus di selidiki pihak terkait. Karena jangan sampai kejadian lagi. Kami yang was-was tinggal disini. Gimana kalau gedung tinggi itu yang roboh. Bisa mampus semua kami ini,” ucap warga setempat.

Padahal diketahui. Bangun Apartemen ataupun perkantoran yang dibangun Pollux Habibie Properties Group di Batam, dikenal sebagai gendung megah pencakar langit. Namun, entah mengapa, bangunan mewah tersebut memiliki tembok yang terbilang mudah roboh diterjang banjir saat hujan turun.

Hingga berita ini kembali dipublikasikan. Pihak Pollux Habibie Batam belum memberikan tanggapannya dan solusi ganti rugi yang terkena musibah itu.

Berselang satu hari kejadian walikota juga sudah turun kelokasi meyaksikan kejadian amburuknya tembok milik Pollux habibi, dan begitu juga anggota DPRD kota Batam Fraksi Nasdem yang dipimpin langsung kelapangan Arlon Virosto saat diemui wartawan mengatakan jika pihak Pollux Habibi belum ada memberi tanggung jawab kepada warga yang terkena musibah fraksi Nasdem minta pekerja sementara di berhentikan sebelum pihak pengembang melakukan solusi yang baik kepada warga dan harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.(INDRALIS)