Telan Ribuan Korban Jiwa, Dompet Dhuafa Siap KolaborAksi Respon Gempa Bumi Afghanistan

21
Foto : Net

JAKARTA ketikberita.com | Gempa bumi dahsyat mengguncang Provinsi Paktika dan Provinsi Khost di Afghanistan. Dalam berita yang beredar, 1.000 jiwa meninggal dunia dan 1.500 jiwa luka-luka. Gempa bumi terjadi tak lama setelah 01:30 (21:00 GMT, Selasa 21/6/2022) saat orang-orang di Afghanistan tertidur lelap.

Seperti dilansir dari pemberitaan di bbc.com (Rabu, 22/6/2022), Ratusan rumah hancur akibat gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter yang terjadi di kedalaman 51 km (32 mil). Menjadi gempa paling mematikan yang menyerang Afghanistan dalam dua dekade. Gempa bumi melanda sekitar 44 km dari kota Khost dan getarannya terasa hingga ke Pakistan dan India.

Mendapati kabar tersebut, Dompet Dhuafa selaku lembaga yang juga bergerak dalam misi kemanusiaan, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Sambil memantau update berita bencana tersebut, Dompet Dhuafa mulai menyiapkan upaya respon kebencanaan. Sehingga, saat pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Luar Negeri membuka kolaborasi respon kemanusiaan untuk gempa bumi Afghanistan, Dompet Dhuafa sudah siap.

“Saya mewakili Manajemen Dompet Dhuafa, menghaturkan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang menewaskan ribuan jiwa. Kami mulai persiapkan plan-plan standar respon kebencanaan yang biasa kami jalankan. Sehingga saat pemerintah membuka peluang kolaborasi, tim respon Dompet Dhuafa sudah siap,” jelas Bambang Suherman, selaku Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis melalui pesan singkat, Rabu (22/6/2022).

Dalam peristiwa tersebut, menurut berbagai sumber, belum ada relawan maupun bantuan dari luar yang datang. Bahkan, menurut penuturan warga setempat, rumah sakit yang ada, tak memiliki kapasitas untuk menangani kasus kebencanaan seperti ini.

“Menurut kabar terakhir, belum ada bantuan yang masuk dan anak-anak menjadi korban terbesar. Dengan jumlah korban sebanyak itu, perlu segera ada keputusan respon dari pemerintah. Untuk mempercepat penanganan darurat dan pengguliran bantuan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Semoga, bantuan kemanusiaan dari komunitas kemanusiaan global, terutama Indonesia, dapat dikirimkan dengan cepat, tepat, dan aman kepada masyarakat di daerah terdampak,” pungkas Bambang. (r/red)