Soal Aksi Teror, Ini Kata Mantan Napiter Asal Pandeglang

215

SERANG (Banten) ketikberita.com | Menyikapi aksi teror yang terjadi di Makassar dan Mabes Polri serta beberapa wilayah di Indonesia oleh kelompok JAD yang melibatkan perempuan dan anak-anak membuat mantan narapidana kasus terorisme (Napiter) asal Pandeglang, Banten, Zaenal Mutaqim angkat bicara.

Tokoh Pemuda sekaligus Ketua Yayasan Ring Perdamaian Banten ini mengatakan, aksi teror yang dilakukan oleh orang yang mengaku para Muhajirin ini adalah aksi yang sangat konyol dan bodoh.

“Jadi perbuatan itu merupakan aksi konyol dan bodoh, dengan membawa bawa ajaran Islam. Itu semua tidak benar, karena Islam itu damai dan Islam itu tidak arogan,” kata Zaenal kepada awak media, Jumat (02/04/2021).

Zaenal mengatakan, aksi teror yang dilakukan mereka tidak berdasarkan patokan ilmu yang mereka dapat, karena jika sudah dilandasi dengan ilmu yang baik, tidak akan sesat.

Zaenal Mutaqim yang kini sudah kembali ke jalan yang benar ini merupakan salah satu dari beberapa mantan Napiter yang dulunya pernah dipenjara kerena aksinya pada tahun 2009. Zaenal dan kawan-kawan akhirnya sadar bahwa memang benar aksi meraka itu tidak benar.

“Kita berpesan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang baik dan jangan salah kaprah dan jangan terlalu mudah memvonis orang, kepada mereka yang melakukan aksi teror, saya mengimbau segera kembali ke jalan yang benar, jangan membuat aksi teror yang meresahkan banyak orang,” ungkapnya.

Ia bersama kawan-kawan akan membantu yayasan ring perdamaian Banten, untuk memutus mata rantai aksi-aksi teror yang mengatasnamakan agama yang meresahkan banyak orang.

“Saya mengajak kepada masyarakat dan rekan seperjuangan untuk mendukung program prioritas Kapolri serta upaya mencengah penyebaran paham Radikalisme, Terorisme dan Intoleran di tengah proses upaya pencegahan wabah Covid-19 di wilayah Banten melalui medsos. Semoga menjelang bulan puasa Ramadhan 1442 H ini situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusip,” pungkasnya. (rlsp/red)