SMU Negeri 1 Rantau Selatan Laksanakan HUT Guru Ke 76

38
Foto: Kepela srkolah SMU 1 Rantau Selatan H.Yahya.S.spd.M.Si sedang memberikan sambutan didapab para guru.(Foto: R- Rizal Siagian)

LABUHAN BATU (Sumut) ketikberita.com | Guru merupakan pekerjaan yang sangat terpuji dan mulia, Guru adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Guru dapat menciptakan orang yang sebelumnya tidak mengerti apa pun bisa dapat menjadikan orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam berbagai bidang dalam kehidupan manusia.

Dalam rangka Hari Guru Nasional yang ke 76, SMU Neg.1 Rantau Selatan memperingatinya secara sederhana di Lapangan Upacara Sekolah berlangsung dengan hikmat dan lancar dengan menggunakan Protokol Kesehatan sesuai anjuran dari Pemerintah.

Ada pun yang bertindak sebagai Pembina upacara di pimpin langsung Kepala Sekolah SMU.Neg.1 Rantau Selatan H.Yahya S.pd M.Si. Sedangkan untuk Petugas Pemimpin Upacara Perlan Saragih S.pd.

Tampak hadir dalam acara Wakasek Bidang Kurikulum Ernawati S.pd, Wakasek Bidang Sarana Prasarana Adi Syahputra S.pd, Wakasek Bidang Kesiswaan Saddiah Siregar S.pd, Bidang Humas/Tata Usaha Junaidah Sitorus beserta seluruh Guru, Jajaran Staf dan para siswa.

Dalam Amanat Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi Nadiem Anwar Makarim Dalam Rangka Hari Guru Nasional Ke 76 yang di bacakan Kepala Sekolah H.Yahya S.pd M.Si mengutarakan bahwa Seluruh Guru yang di Indonesia mau tidak mau harus mampu menguasai tekhnologi yang belum pernah mereka kenal, menyederhanakan Kurikulum untuk memastikan para siswa tidak di bawah tekanan selain itu Guru juga menangis karena melihat para siswa semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat Pandemi Covid 19.

Lebih Lanjut Mendikbud Ristek mengutarakan bahwa selain Tekanan Psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam menghadapi Pandemi Covid 19, Guru-Guru juga menghadapi tekanan Ekonomis untuk memperjuangkan kelangsungan hidup keluarga mereka, sehingga sangat wajar dalam masa Pandemi Covid 19 banyak Guru yang terdemotivasi.

Selanjutnya Mendikbud Ristek mengutarakan bahwa meski pun masih dalam masa Pandemi Covid 19 tidak memadamkan semangat para Guru tetapi justru menyalakan Obor Perubahan, kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi, akses Tekhnologi dan Pelatihan yang relevan dan Praktis, selain itu Guru se – Indonesia juga menginginkan Kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap siswa yang berbeda-beda, Guru juga menginginkan pimpinan sekolah untuk berpihak kepada siswa bukan pada Birokrasi dan ingin mendapatkan kemerdekaan berinovasi tanpa di jajah oleh keseragaman.

Setelah Amanat Pidato Mendikbud Ristek di bacakan Kepala Sekolah H.Yahya S.pd M.Si di tutup dengan Pembacaan Do’a oleh Edi Johan Harahap S.pd dan Hiburan Paduan Suara oleh Lisbeti Nainggolan S.pd di lanjutkan dengan Penyematan Pita tanda penghargaan yang tinggi kepada seluruh Guru dan Pelepasan balon ke udara serta tari-tarian dan puisi oleh perwakilan para siswa. (Rizal Siagian).