Sergai – BBPSDMP Kominfo Medan Gelar Pelatihan Digital EntrepreneurshipAcademy Bagi Pelaku Usaha

64

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Sosial (Ekbangsos) Ir H Kaharudin, MM membuka Pelatatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) bagi para pelaku usaha bertempat di Theme Park Resort & Hotel Kecamatan Pantai Cermin, Selasa, (7/9/2021).

Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama Pemkab Sergai dengan Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan. Turut dihadiri Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, Ibrar Samekto, Kadis Kominfo Sergai yang juga didaulat sebagai narasumber Drs H Akmal, AP, M.Si, Kadis Nakerkop Drs H Nasrul Azis Siregar beserta jajaran serta ratusan para pelaku usaha.

Membuka sambutannya Bupati H Darma Wijaya yang dibacakan Asisten Ekbangsos Ir H Kaharudin, MM menyampaikan bahwa Pandemi Covid-19 membawa dampak yang cukup besar hampir di segala sektor. Salah satunya pada sektor ekonomi, tidak terkecuali pada UMKM yang ikut merasakan menurunnya omset penjualan akibat berkurangnya daya beli masyarakat.

“ Banyak permasalahan yang dialami oleh UMKM, tidak hanya di Kabupaten Sergai saja namun di seluruh Indonesia, mulai dari permasalahan pemasaran, permodalan, sulitnya memperoleh bahan baku, produksi menurun dan sebagainya. Kondisi ini merupakan ancaman bagi perekono mian nasional. UMKM sebagai ekonomi domestik dan penyerap tenaga kerja menghadapi penurunan produktivitas yang berdapak pada penutunan profit secara signifikan,” ujarnya.

Oleh karenanya, kata Bupati lagi, pemerintah terus berusaha untuk melakukan perbaikan demi pemulihan ekonomi nasional. Inovasi menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah yaitu dengan memanfaatkan teknologi secara digital.

“ Transformasi dari ranah konvensional ke ranah digital bagi UMKM dipandang perlu dilakukan agar UMKM tetap dapat bertahan menjadi lebih maju,” katanya.

Adanya PPKM di masa pandemi ini, lanjutnya, mengharuskan UMKM mencari solusi agar produk dapat sampai kepada para pelanggan meskipun tanpa bertatap muka langsung.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, hingga saat ini pemerintah mendorong digitalisasi UMKM untuk membantu perbaikan ekonomi digital dengan menyusun strategi nasional ekonomi digital.

Perlu kita sadari bahwa pandemi tidak hanya berdampak negatif namun ada sisi positif yang dapat dirasakan khususnya bagi pelaku usaha.

“Akibat pandemi Covid-19, bermunculan UMKM-UMKM baru, misalnya UMKM yang memproduksi masker. Selain itu sisi positifnya adalah terdapat akselerasi pemanfaatan teknologi digital serta meningkatnya keterlibatan UMKM dalam pasar digital,” ucap Bupati.
Darma Wijaya mengutarakan, UMKM merupakan salah satu potensi unggulan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Kita memiliki lebih dari 139.000 UMKM yang bergerak diberbagai sektor.

Hal ini dibuktikan bahwa UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian di Sergai. Dari sekian banyak UMKM di Sergai, masih sangat sedikit yang memanfaatkan teknologi pemasaran secara digital. Oleh karenanya, pemerintah terus berupaya untuk mengedukasi pelaku UMKM agar terus mengembangkan diri dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital melalui berbagai pelatihan, seperti kegiatan pelatihan hari ini,” cetusnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Darma Wijaya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat diimplementasikan pada usahanya masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Medan, Ibrar Samekto, keahlian digital di abad 21 mencakup empat kompetensi yang dibutuhkan untuk percepatan transformasi digital di Indonesia. 4 hal yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society di Indonesia yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration dan Communication serta Nasionlaisme.

“Melalui program digital Talent Scholarship (DTS), Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkominfo berupaya untuk membekali generasi muda dengan keahlian yang dibutuhkan industri,” paparnya.

Berkaitan dengan DEA yang merupakan bagian dari DTS, program ini merupakan peruntukkan bagi WNI dan perempuan pelaku UKM/UMKM. Pelatihan ini juga bagian dari dukungan kepada Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) serta menyiapkan talenta digital dibidang pemasaran agar kapasitas pelaku UMKM meningkat.

”Pelatihan ini juga merupakan fasilitasi kepada pelaku UMKM atau bagi yang akan memulai usaha, agar bisa memanfaatkan TIK untuk keberlang sungan dan pengembangan usaha,” tutup Ibrar Samekto. (AfGans)