Security Marriott Hotel Harbour Bay “Arogan” Puluhan Wartawan Kecewa

31
Foto; Saat pengguntingan pita selesai pihak Presiden Direktur Jimmy Ho Hotel Marriott Harbour Bay selesai para undangan masuk menyaksikan ruangan satu persatu , usai itu wartawan masuk dihadang pihak Security tidak mengizinkan masuk tanpa kecuali dengan arogannya.(Foto;indralis)

BATAM ketikberita.com | Ada kejadian kurang menyenangkan dialami beberapa awak media, baik dari media nasional maupun media lokal saat mengikuti acara peresmian Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Kamis, 1 Oktober 2020.

Pasalnya, usai acara pengguntingan pita yang dilakukan oleh manajemen Batam Marriott Hotel yakni Presiden Comisioner Hartono, Presiden Direktur Jimmy Ho, dan General Manager Batam Marriott Hotel Harbour Bay, Sean Rein, beserta tamu undangan vvip yang hadir diantaranya Mantan Menpan-RB Asman Abnur, Sudirman Said, Asmin Patros, Sri Yunelli, dan juga Penjab Walikota Batam, Syamsul Bahrum, dilanjutkan dengan melakukan visit kedalam hotel.

Pada saat rekan-rekan media akan mengikuti manajemen serta puluhan tamu undangan yang terdiri dari pengusaha dalam dan luar negeri masuk kedalam hotel, pihak keamanan hotel langsung menghadang dan menghalang-halangi wartawan untuk masuk meliput acara selanjutnya yang dilakukan di dalam hotel. “Mohon maaf, wartawan dilarang masuk karena nanti akan ada sesi khusus untuk media,” ungkap salah seorang pihak keamanan hotel, Munib sambil mengarahkan wartawan untuk menunggu diluar.

Namun sampai dengan selesainya acara, tak kunjung juga para wartawan yang sudah menunggu lama sejak awal acara dimulai, diperbolehkan untuk masuk kedalam hotel. Pantauan media dari luar hotel, tampak tamu undangan berdiri berkerumun tanpa mengindahkan protokol kesehatan menyaksikan atraksi budaya kesenian tradisional Tionghoa, Barongsai yang dipertontonkan ditengah-tengah tamu undangan yang hadir.

Ketika wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi ke pihak manajemen hotel yakni Presiden Direktur Jimmy Ho, melalui panggilan telepon dan dilanjutkan dengan mengirimkan pesan melalui aplikasi Whatsapp, sampai berita ini diturunkan tak ada itikad baik dari manajemen untuk mengklarifikasinya. Dan, yang bikin tambah kesal para kuli tinta ini, setelah tamu-tamu beranjak pulang, baru media diperbolehkan masuk kedalam hotel. Itupun dengan syarat tidak boleh wawancara dan hanya diperkenankan untuk foto-foto saja.

Mendapat perlakuan yang kurang menghargai profesi wartawan itu, para kuli tinta yang ada dilokasi tersebut memutuskan untuk pergi meninggalkan hotel tersebut dengan perasaan kecewa. Ada apa dengan Batam Marriott Hotel Harbour Bay? Kenapa manajemen hotel menutup diri dengan media?,,, Tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur di dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 pada Pasal 18 Ayat (1) yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). (Indralis)