Satreskrim Polres Serang Polda Banten Berhasil Amankan Diduga Pelaku Tindak Pidana Penipuan

268
Foto : Pelaku UJ (40) tampak menggunaka peci dan sarung.

SERANG (Banten) ketikberita.com | Satuan reserse kriminal Unit Sidik I (Pidana Umum) Polres Serang Polda Banten berhasil mengamankan satu pelaku diduga tindak pidana 378 (penipuan) yang berinisial UJ (40) di sebuah kontrakan di Kampung Gorda Nagreg, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Pada Kamis 22 April sekira pukul 23.30 WIB.

Penangkapan pelaku dugaan tindak pidana berdasarkan dari laporan polisi Nomor : LP.B/183/VIII/2019/Banten/Res.Serang/SPK B, pada tanggal 21 Agustus 2019 atas nama Ery Biyaya.

Menurut Kapolres Serang AKBP Mariyono melalui Kasat Reskrim Polres Serang AKP David Adhi Kusuma, S.I.K., M.H mengatakan menurut hasil berita acara pemeriksaan terhadap pelapor bahwa modus operandi pelaku yakni pada bulan Juli 2019 sekira pukul 12.00 WIB di Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang telah terjadi tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana, yang diduga dilakukan oleh terduga Pelaku yang berinisial UJ (40).

“Awalnya pelaku UJ(40) mengajak kerjasama bongkar muat besi di PT CBS yang berada di kawasan industri Modern Cikande dengan meminta modal kepada korban secara bertahap dengan jumlah keseluruhan kurang lebih Rp 1,4 Miliar, Namun sampai dengan saat ini pekerjaan tersebut tidak ada alias nihil dan uang modal tidak dikembalikan kepada korban” ucap David.

Kasat Reskrim AKP David menjelaskan pelaku beserta barang bukti kwitansi sudah kami amankan, Atas perbuatan pelaku, Korban mengalami kerugian sebesar 1,4 Miliar dan pelaku dijerat dengan pasal 378, Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan, Pelaku UJ (40) diancam dengan hukuman penjara selama empat tahun, jelas David. (rlsp/red)