Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca-Nataru

237

MEDAN ketikberita.com | Pandemi Covid-19 belum usai. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu diungkapkan Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsyad Lubis pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Selasa (20/12). “Kita harus mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus pascaliburan, maka kita (Satgas) akan melakukan beberapa langkah,” kata Arsyad.

Adapun langkah antisipasi yang akan dilakukan, antara lain sosialisasi dan edukasi pandemi Covid-19 belum usai. Melaksanakan pengawasan protokol kesehatan di pusat keramaian, seperti tempat wisata dan lainnya. Memperketat penggunaan aplikasi pedulilindungi di tempat wisata, mall, hotel dan lainnya.

Kemudian, memperketat verifikasi sertifikat vaksinasi di tempat wisata, bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal. Memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan luar negeri di bandara dan pelabuhan. Serta membuat posko vaksinasi dosis booster di tempat wisata, bandara, stasiun, terminal dan perbatasan.

“Pandemi Covid belum berkakhir, WHO belum menyatakan pandemi benar-benar berakhir, sehingga kewaspadaan dan langkah pencegahan mesti dilakukan,” kata Arsyad.

Saat ini, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berada di level 1 untuk seluruh wilayah di Sumut. Untuk perkembangan update data penularan Covid-19 di Sumut, Arsyad memaparkan per 19 Desember 2022 terdapat 420 kasus aktif. Pada Senin (19/12) terdapat penambahan kasus positif sebanyak 13 kasus.

Untuk positivity rate Sumut berada pada angka 0,65%. Untuk total tempat tidur covid yang terpakai sebanyak 80 dari 3.277 tempat tidur yang tersedia. Sementara capaian vaksin se-Sumut sudah berada di atas 70% untuk dosis pertama dan kedua. Namun vaksin booster dosis pertama masih berada pada angka 42,56% dan booster dosis 2 masih 4,06%.

Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Saragih mengatakan setiap usai libur hari raya besar selalu memiliki potensi lonjakan kasus Covid-19. Hal itu disebabkan lantaran besarnya mobilitas masyarakat pada saat liburan.

Rapat tersebut diikuti secara daring dan luring. Turut mengikuti rapat tersebut Kepala Kasdam I Bukit Barisan Rifky Nawawi, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Ismail Lubis, Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus. (er)

 

Artikulli paraprakJadikan Momentum Natal untuk Memperbaiki Hubungan yang Lebih Harmonis
Artikulli tjetërPemko Tebing Tinggi Raih Predikat Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Sumut