Saksikan My Dream, Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Tiru Semangat Belajar Penyandang Disabilitas

0
39

MEDAN ketikberita.com | Penampilan China Disabled People’s Art Troupe (CDPPAT) atau My Dream berhasil memukau para penonon di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik No 2 Medan, Sabtu (3/8) malam, salah satunya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.

Tarian Bodhisattva adalah salah satu yang ditampilkan. Para penari dengan gemulai mengikuti musik dan ritme, yang terbilang sangat rapat dan cepat, dengan sangat sempurna. Begitu juga para penyanyi dan pemain musik tunanetra yang membawakan lagu-lagu indah dengan suara yang merdu. Tidak ada sedikitpun kesan, bahwa mereka adalah penyandang disabilitas.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengaku sangat terharu sekaligus kagum dengan semangat para penyandang disabilitas.

“Luar biasa, kita yang lahir dan dianugerahi dengan indera ini harusnya malu sama semangat belajar dan semangat hidup mereka. Dengan keterbatasan, mereka tetap mampu berkarya. Ini semangat yang harus kita tiru dari saudara-saudara kita ini,” ujarnya usai menyaksikan pertunjukan My Dream.

Kepada para penyandang disabilitas di Sumut khususnya anak-anak difabel yang datang menyaksikan, Edy berpesan agar tidak pernah ragu untuk memiliki mimpi yang tinggi. Katanya, tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha dan berdoa.

“Tuhan itu Maha Adil, jika kalian diberi keterbatasan pasti kalian juga diberi kemampuan luar biasa, yang perlu kalian lakukan adalah jangan pernah merasa minder dan terus berusaha. Saya kagum dengan kalian, kekuatan hati dan semangat kalian lebih besar dari pada saya, kalian tanamkan itu kalian hebat,” tutunya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumut Nurlela juga hadir. Dirinya menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan Gubernur Edy Rahmayadi usaha-usaha perlindungan dan pendampingan terhadap anak-anak penyandang disabilitas di Sumut harus senantiasa ditingkatkan.

“Alhamdulillah, anak-anak kita penyandang disabilitas di Sumut juga hebat-hebat dan banyak yang berprestasi. Baru-baru ini, Dinas PPPA baru mendampingi seorang siswi penyandang tuna netra bernama Putri Tersia Giawa memperoleh piala dari Menteri PPPA karena prestasinya sebagai penyaji karya tulis terbaik se Indonesia,” tutur Nurlela.

Selain itu, kata Lela, upaya-upaya untuk menjadikan Provinsi Sumut sebagai daerah yang ramah anak juga senantiasa dilakukan. Hasilnya, Provinsi Sumut berhasil memperoleh penghargaan dari Menteri PPPA RI Yohana Yembise sebagai Provinsi Penggerak Kabupaten/Kota Layak Anak. Penghargaan diserahkan di Makassar pada Acara Perayaan Hari Anak Nasional bulan Juli lalu.

“Sedangkan Kabupaten/Kota kita juga ada 14 yang menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak. Yaitu Deli Serdang, Sergei, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Labura, Labuhanbatu, Sibolga, Padangsidimpuan, Tapsel, Madina, Medan, Langkat, Karo, dan Dairi,” ujarnya.

Liu Yidan, salah satu performer menyampaikan dalam video testimoni bahwa lahir sebagi tuna rungu sejak lahir membuatnya merasa minder. Tetapi sejak bergabung dengan China Disabled People’s Performing Art Troupe dan dipercaya sebagai pemimpin tari seribu tangan, dirinya merasakan semangat yang luar biasa. Apalagi ketika selesai tampil dan memperoleh standing applause dari para penonton, percaya dirinya meningkat.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Medan yang juga Direktur DAAI TV Medan Mujianto mengatakan, ini adalah kali kedua Tzu Chi dan DAAI TV mengundang My Dream ke Medan. My Dream adalah seniman difabel kelas dunia yang berasal dari Tiongkok dan merupakan duta perdamaian UNESCO yang telah tampil di lebih dari 100 negara.

“Kami ingin memberikan hiburan yang menginspirasi bagi warga Sumatera Utara. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan jadi penghalang untuk bisa berkarya,” kata Mujianto.

Turut hadir Pangdam I/BB MS Fadhillah, Konjen China Qui Wei Wei, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina dan sejumlah pemuka agama di Kota Medan. Lebih kurang 1.200 undangan, termasuk murid-murid difabel dari Kota Medan juga turut hadir menonton pertunjukan yang menginspirasi ini.

My Dream membawakan 14 penampilan, mulai dari tari, lagu dan puisi seperti tarian I want to fly, Never Stop Dancing, tarian burung merak, tarian latin dan ditutup dengan tarian Bodhisattva Berlengan Seribu.(er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here