Sabrina Kagum Keindahan Kota Gunungsitoli, Pelabuhan Lama Jadi Pariwisata Andalan Kepulauaan Nias

23

GUNUNGSITOLI (Sumut) ketikberita.com |  Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina mengagumi keindahan kawasan pantai dan pemandangan di Kota Gunungsitoli. Hal itu diungkapkannya usai mengunjungi beberapa tempat seperti Pantai Pelabuhan Lama serta lokasi pasar ikan di kota tersebut, Rabu (9/9) sore.

Menurut Sekdaprov Sabrina, kawasan pantai yang jadi objek wisata andalan di Kepulauan Nias adalah aset yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Terutama Kota Gunungsitoli yang lokasinya dekat dengan Bandara Binaka, sehingga mudah diakses.

Adapun beberapa lokasi yang dikunjungi Sabrina di antaranya Pantai Miga, Pantai Pelabuhan Lama, Pasar Ikan, Taman Kota serta UKM di Kota Gunungsitoli. Selain mengunjungi, dirinya juga menyosialisasikan sekaligus memberikan masker kepada warga setempat sebagai upaya mengajak masyarakat menjalankan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.

Berada di Pantai Miga, Sabrina mengapresiasi langkah warga menjadikan kawasan tersebut sedemikian rupa sehingga keindahan alam ditata dengan konsep taman wisata sekaligus lokasi swafoto hingga sebagai lokasi foto jelang pernikahan atau sering disebut pre wedding. Termasuk kondisi ombak yang cukup besar untuk bisa berselancar.

Berlanjut ke Pantai Pelabuhan Lama Gunungsitoli, Sabrina melihat bahwa lokasi tersebut menurutnya tidak kalah indah dengan Pantai Losari di Sulawesi. Meskipun tidak lagi digunakan sebagai tempat bersandarnya kapal berukuran besar. Namun dengan penataan yang ada, menjadikannya tempat tujuan rekreasi yang diminati.

“Walaupun ini pelabuhan lama (tidak dipakai), tetapi dibuat rapi dan bisa tempat memandang juga. Bisa memandang ke laut, kita juga bisa melihat pemandangan kota yang terlihat rapi dari sini. Jadi selain dibuat untuk tujuan memecah ombak (bronjong), lokasinya jadi tempat wisata,” sebut Sabrina didampingi Kadis Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua.

Untuk memperindahnya, Sabrina berharap ada langkah lanjut seperti memberikan polesan warna warni seperti yang dibuat di beberapa daerah di Indonesia. Dengan begitu, keindahan pantai semakin memikat pengunjung, karena istilah instagramable saat ini seperti sebuah prasyarat agar objek wisata semakin diminati wisatawan, baik lokal hingga mancanegara.

“Ini (bronjong) kalau di cat warna-warni pasti semakin cantik. Apalagi sekarang ini, orang kan senang berfoto dengan latar belakang yang bagus untuk medsos. Jadi semakin terkenal kawasan ini,” sebut Sabrina yang juga mengapresiasi langkah pemerintah setempat menata taman rekreasi di tepi pantai tersebut.

Tidak hanya pantai, Sabrina juga mengunjungi Pasar Ikan Luaha yang berada di sisi lain bibir pantai yang terlihat memanjang itu. Komoditas ikan berukuran besar pun menarik perhatiannya untuk membeli, bahkan hasil laut yang beratnya mencapai 6 kg satu ekor itu, didapatkan dengan cara dipancing dan langsung dibawa ke pasar untuk dijual.

“Jadi selain ukuran besar, harganya cukup murah, rasanya masih segar karena ini diambil langsung dari nelayan. Jadi ikannya masih baru dan susah ini kita dapat seperti ini di tempat lain. Lengkap lah, wisata pantainya ada, mau beli ikan pun tak jauh-jauh,” jelas Sabrina usai belanja ikan di Lokasi itu.

Meskipun kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap tingkat kunjungan wisata, namun kini perlahan Kepulauan Nias khususnya Gunungsitoli mulai didatangi pengunjung dari luar daerah. Di masa Normal Baru, penegakan disiplin protokol kesehatan menjadi keharusan bagi pemerintah, terutama di pintu masuk (bandara) untuk memeriksa kesehatan calon wisatawan atau warga yang pulang kampung.

Sabrina pun berharap, dengan sosialisasi dan penegakan disiplin menjalankan protokol kesehatan, pariwisata di Kepulauan Nias kembali bergairah seperti masa sebelumnya. Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk datang ke Nias menikmati berbagai keindahan alam dan objek wisata lainnya di empat kabupaten dan satu kota itu. (er)