Ribuan Tenaga Honorer PPPK 2025 Aceh Singkil Gelar Aksi Tolak Penundaan Pengangkatan

4

ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Ribuan tenaga honorer yang tergabung dalam Aliansi Pejuang PPPK Tahap 1 Tahun 2025 Kabupaten Aceh Singkil menggelar aksi damai di depan kantor DPRK Aceh Singkil, Senin (17/3).

Mereka menuntut kejelasan dan kepastian atas nasib mereka setelah pemerintah menerbitkan surat edaran yang menunda pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aksi yang berlangsung di Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, ini mencerminkan kekecewaan mendalam dari para peserta yang sudah lama menantikan keadilan.

Ketua Aliansi Pejuang PPPK Tahap 1, Bambang Irfan Diwana, dalam orasinya dengan tegas menyatakan penolakan terhadap kebijakan penundaan pengangkatan. “Kami sudah mengabdi sepenuh hati, tetapi kini kami diperlakukan seperti ini. Ini adalah sebuah penghianatan! Bagaimana nasib kami yang terus menunggu, sementara usia terus berjalan?” ujarnya dengan penuh emosi, menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan oleh ribuan peserta yang telah lolos seleksi PPPK.

Bambang menambahkan bahwa harapan mereka untuk mendapatkan pengakuan atas pengabdian yang telah dilakukan selama bertahun-tahun kini tinggal harapan kosong. Ia mendesak agar DPRK Aceh Singkil segera menyampaikan tuntutan ini kepada pemerintah pusat. “Kami hanya menginginkan kepastian dan penghargaan atas kerja keras kami. Jangan biarkan kami terus terombang-ambing tanpa kepastian!” serunya dengan tegas.

Mendengar keluhan tersebut, Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun, Ia menjelaskan bahwa meski pihak daerah memiliki keterbatasan, mereka tetap berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan nasib kalian. Kami berharap pengangkatan PPPK yang sudah ditunggu lama ini tidak akan kembali tertunda,” ujarnya.

Penundaan pengangkatan PPPK ini dirasa sebagai pukulan berat bagi ribuan tenaga honorer yang telah lama mengabdi dengan penuh dedikasi. Banyak dari mereka yang telah menunggu untuk mendapatkan status resmi setelah bertahun-tahun bekerja di bawah kondisi terbatas. Aksi ini menjadi simbol perjuangan mereka, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga demi keadilan bagi seluruh tenaga honorer yang telah berjuang di seluruh pelosok negeri.

Aksi damai ini berlangsung dengan tertib, tanpa insiden atau kericuhan. Para demonstran, yang membawa poster-poster berisi tuntutan mereka, mengungkapkan kekecewaan dengan cara yang terorganisir. Aparat keamanan juga hadir untuk memastikan situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

Aksi ini mencerminkan semangat juang para tenaga honorer yang ingin memastikan agar hak mereka dihargai dan nasib mereka mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah. Semua berharap agar suara mereka didengar dan kebijakan penundaan ini segera dicabut. (R84)

-