Punya 4 Elemen Nilai Kepemimpinan, Jadi Faktor Bobby Nasution Sukses Mempercepat Vaksinasi

138

MEDAN ketikberita.com | Capaian vaksinasi Kota Medan yang telah menyentuh angka 68 % hingga 28 Oktober menunjukkan salah satu bukti keseriusan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam menangani pandemi Covid-19. Selain menjadi salah satu instruksi Presiden RI, gencarnya vaksinasi yang dilakukan Bobby Nasution juga mampu membawa Kota Medan berada di level 2 penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Padahal September lalu, persentase vaksinasi masih berada di kisaran angka 35 %. Itu berarti dalam waktu sebulan saja, Bobby Nasution mampu menaikkan capaian vaksinasi secara signifikan. Hal ini pun tidak terlepas dari empat elemen nilai kepemimpinan yang dimiliki suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu tersebut.

Adapun keempat elemen penting yang dimiliki Bobby Nasution yakni komunikasi dengan memberikan sosialisasi secara terus menerus tentang pentingnya vaksin dan perilaku hidup bersih dan sehat. Lalu, sarana dan prasarana yaitu dalam pelaksanaan perlu mempertimbangkan lokasi vaksin, petugas dan ketersediaan stok vaksin.

Selain itu, disposisi yaitu sikap dari petugas pemberi pelayanan yang bersungguh-sungguh serta birokrasi yang fleksibel karena sesungguhnya yang menjadi tujuan adalah proteksi bagi masyarakat. Oleh karenanya, Bobby Nasution dinilai mampu memainkan peran penthahelix ( konsep perpaduan antara unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media bersatu padu).

“Membangun kolaborasi dengan semua pihak dan stakeholder sangat dibutuhkan dalam akselerasi vaksinasi. Namun keikutsertaan masyarakat dalam berperan aktif mengikuti vaksinasi juga jadi faktor penting agar kita kita sama-sama dapat memerangi pandemi Covid-19 dan membentuk herd immunity Kota Medan,” kata Bobby Nasution dalam sebuah kesempatan belum lama ini.

Empat elemen nilai kepemimpinan yang jadi faktor suksesnya percepatan vaksinasi oleh Bobby Nasution dinilai sudah sangat baik oleh dosen pasca sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD. Ia menilai, Pemko Medan terkhusus Bobby Nasution telah berhasil menjalankan empat komponen tersebut.

“Empat elemen tersebut sudah dilakukan dengan baik. Ke depan, hal ini harus lebih diperkuat tidak hanya bagi masyarakat perkotaan tapi juga masyarakat yang minim sentuhan pemahaman atau di pinggiran kota. Sebab, kesadaran masyarakat harus ditingkatkan, karena vaksinasi ini memang jadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat,” ungkap Destanul.

Dikungkapkan Destanul, pemahaman dan sosialisasi yang harus diperkuat mengingat pandemi Covid-19 bukan hanya menyangkut soal kesehatan, tapi juga ekonomi, sosial juga psikologi. Untuk itu, diharapkan, Pemko Medan terus menggalang peserta vaksinasi dari kelompok-kelompok beresiko.

“Kalau bisa, terus digalakkan untuk menggalang peserta vaksinasi dari kelompok beresiko seperti para pengungsi, lansia, pengidap gangguan mental, termasuk orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) jadi target vaksinasi semakin cepat tercapai. Lalu, kalau bisa, ada kegiatan promotif preventif tentang pentingnya hidup bersih dan sehat yang dihadirkan di lokasi vaksinasi. Jadi, masyarakat tidak hanya menunggu giliran tapi juga mendapat pengetahuan,” sarannya. (er)