Proyek Jalan Senilai 1,9 Milyar Abaikan Keselamatan Pekerja

543

SERANG (Banten) ketikberita.com| Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (DPUPR) melaksanakan kegiatan pembangunan jalan Cibeo Cileungsir, lingkungan Singapadu RT 11 / RW 03,Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug,Kota Serang dalam pelaksanaannya minim pengawasan, dan abaikan K3.

Pantauan awak media di lokasi,tampak beberapa pekerja gunakan sandal jepit,
minim APD tidak seperti umumnya para pekerja proyek.

Pemerataan agregat dan pemadatan jalan dilakukan tanpa menggunakan woles, hasinya terlihat masih bergelombang, efeknya ketinggian lean concrete (lantai kerja) bervariasi, Kamis (09/12/2021).

Menurut keterangan pekerja, ketinggian lean concrete 10 cm,walaupun hasil ukur awak media ada yang dibawah itu.

“Kalau tebal 10 senti kang, di ukur aja gak apa apa,”Katanya.

Disinggung soal material agregat, pekerja secara singkat mengatakan pemadatan cukup seperti yang terlihat.

“Udah kang cuma segini aja,untuk pemadatan,untuk rata mah entar kan ada LC, “Jawabnya singkat.

“Kalau Akang nanya mana pelaksana dan konsultan, saya tidak bisa jawab, saya baru kerja dua hari, “Jelasnya.

Tiga kali awak media datang ke lokasi pekerjaan, belum pernah bertemu dengan pelaksana dan konsultan, sulit untuk konfirmasi hasil temuan di lapangan.

Dihadapan awak media, warga sekitar mengatakan seperti ini, “Siapapun kontraktornya, yang penting saya mau pekerjaan sesuai,jangan asal-asalan, jangan kayak gitu, jalan pada bonyok,bergelombang, emang gak pake batu tah”.

Nilai yang sangat besar, hampir 2 M tapi dalam pelaksanaannya tidak di dukung dengan SMK3,Direksi Kit tidak ada, dan ketidakhadiran pelaksana serta konsultan saat gelar beton membuat publik bertanya-tanya.

Sekedar tambahan informasi,pekerjaan jalan ini anggarannya Rp.1.924.658.000 dari bantuan keuangan provinsi Banten TA 20219,waktu pengerjaan 45 hari kalender, dikerjakan oleh CV. Wijaya Karsa, dengan Konsultan CV. Zahra Konsultan. (Tis/Hin)