Proyek CV Berkat Diduga Menimbulkan Pengrusakan Jalan Poros Desa

86

KAB. SERANG (Banten) ketikberita.com | Terkait kegiatan Rehabilitasi jalan Raya Cikande Garut Kopo, yang hingga kini pelaksanaanya sekitar 20% memasuki tahap penyelesaian ke pengecoran Beton Mutu Fc 35, Senin (18/07/2022).

Dari pemantauan awak media di lokasi pengecoran yang di laksanakan Kontraktor pelaksana pada hari jumat, tanggal 16 Juli 2022, sekitar pukul 16:00 wib, semakin timbul penampakan dugaan penyimpangan secara pelaksanaan konstruksi, dugaan penyimpangan terkesan mudah dilaksanakan lantaran dugaan lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan konsultan,

Sangat di sayangkan, kegiatan Rehabilitasi di titik kawasan Industri desa nyompok, yang menelan biaya sekitar Rp. 7, 6 Milyard lebih, dinilai di laksanakan ASAL ASALAN, pasalnya pelaksanaan pengecoran oleh CV BERKAT, tidak menggunakan Vibrator, beberapa pekerja tidak di lengkapi dengan APD (Alat Pengaman Diri) seperti Helmet proyek, tidak di dampingi teknisi beton, tidak ada pengetesan Slump, tidak di buat benda uji di lokasi, bahkan sekitar 150 meter yang sudah terselesaikan diduga tidak dilakukan perawatan penyiraman air, atau Curing.

Bahkan pengamatan awak media di saat pemasangan besi struktur salah satunya pemasangan besi Dowel diameter sekitar 24 mm asal asalan, tidak di ikat dengan kawat.

Dengan kegiatan seperti itu berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara dan masyarakat dirugikan secara mutu dan kualitas.

Sementara itu, berbagai keluhan dari masyarakat dan para pemakai jalan terus bergulir, pasalnya Akses lalu lintas Lumpuh Total, di alihkan ke jalan poros desa, dampaknya, di saat hujan beberapa titik jalan amblas, dan rusak, menghambat akses lalulintas, pengguna jalan banyak mengeluhkan karena cukup terganggu dan menyengsarakan para pengguna jalan.

beberapa pemberitaan terkait keluhan masyarakat terkait di lumpuhkanya jalan raya, karena pengecoran jalan lebar lima meter panjang sekitar 1 515 meter cukup memakan waktu, terkesan tidak di hiraukan kepentingan publik, kan bisa sebelah sebelah dan bertahap.

Seolah olah masyarakat dan para pemakai jalan di paksa harus menerima kondisi yang dinilai cukup menyengsarakan saat harus melintas ke arah Cikande, dari desa maja kopo, atau sebaliknya. cukup miris terdengarnya, ke mana, fungsi pengawasan dan kordinasi dengan lingkungan dan pemdes sekitar proyek, yang terdampak cukup buruk.

Langkah langkah seperti itulah di nilai, kompetensi CV BERKAT cukup di ragukan, baik pengalaman pekerjaan maupun secara aturan kelengkapan adminstrasi dalam pemenangan tender.

Sementara itu, Ahmad Suhud, Direktur Eksekutif LSM BP2A2N yang sempat melakukan kunjungan ke lokasi proyek, pada hari jumat, 16 Juli 2022, menyayangkan sikap kontraktor pelaksana, yang di nilai Ceroboh, ” jika melihat kondisi kegiatan proyek senilai Rp.7,6 milyar lebih, puing beton berceceran di mana mana, di bahu jalan, di lahan warga, terkesan minim anggaran kegiatan, padahal nilai proyeknya cukup Fantastis, Rp. 7,6 milyar lebih, kompetensinya di ragukan,”.

” sangat disayangkan dengan kondisi pekerjaan seperti itu, berasumsi, pengawasan dinas terkait maupun konsultan dinilai lemah, atau mungkin sengaja di lakukan pembiaran karena ada sesuatu hal di balik pelaksanaan kegiatan pengawasan, dugaan GRATIFIKASI, misalnya, ucap Ahmad Suhud.

” Selama kegiatan, teragendakan sekitar 6 bulan, masyarakat desa nyompok dan sekitarnya, serta para pemakai jalan di buat susah, ketika harus melintasi jalan alternatif yang semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan, bisa menimbulkan kehancuran jika sibiarkan semakin lama, apalagi hingga enam bulan, ini artinya perbaikan jalan yang bisa berdampak menghancurkan jalan poros desa,

belum gangguan lainya, termasuk seringnya terjadi penumpukan kendaraan, karena hanya satu satunya jalan alternatif menuju desa Cikande dari arah Maja Kopo, atau sebaliknya.

Belum keluhan pelaku usaha, seperti warung sembako, warung makan dan beberapa warung kelontong lainya, termasuk 2 pabrik , yang terletak di lintasan proyek, yaitu pabrik Bata ringan dan pabrik Kabel.

Karena jalan di lumpuhkan total, dinilainya tidak Efektif, dan diduga hanya mencari kemudahan dan percepatan pekerjaaan untuk mengejar keuntungan tanpa memikirkan dampaknya, baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha, kembali keluh
Direktur Eksekutif LSM BP2A2N, Ahmad Suhud. (Tio/Erw)