Program SPAM KSM Jempol, Abaikan Keselamatan Pekerja

426

SERANG (Banten) ketikberita.com | Kementrian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten, Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Banten, telah banyak menggelontorkan anggaran untuk memperbaiki permukiman, dalam hal ini kebutuhan akan tersedianya sumber air bersih layak konsumsi.

Satu contoh, Pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) dilingkungan Gempol, Kelurahan Unyur Kecamatan Serang Kota Serang, dengan anggaran Rp. 350.000.000,- bersumber dari APBN TA 2021 yang kini masih dalam tahap pengerjaan oleh KSM Jempol

Namun sangat disayangkan, pada pelaksanaannya banyak menuai kritikan dari kalangan elemen masyarakat, karena dalam pelaksanaannya mengabaikan faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Perihal ini sangat memperihatinkan bagi kita semua,dengan banyak pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) seperti yang kini dalam pelaksanaan di lingkungan Gempol ini mengabaikan Sistem Manajemen K3. Padahal soal K3 sudah jelas ada sanksi hukumnya jika terjadi pelanggaran terhadap UU Keselamatan dan Kesehatan Kerja, misalnya pengusaha atau ketua KSM tidak menyediakan alat keselamatan kerja atau perusahaan tidak memeriksa kesehatan dan kemampuan fisik pekerja maka akan menghadapi ancaman pidana.

Undang-,undang ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 15.000.000 (Lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut, karena di situ bukan hanya menyangkut satu orang saja, tapi semua pekerja kegiatan SPAM itu mengabaikan K3.

Di antaranya ialah Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Permenaker No 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Permenaker No 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

Awak media sudah mendatangi ke lokasi tapi belum ketemu sama ketua KSM nya,hanya janji-janji saja sampai hari ini, Senin 25/10/2021 sulit ditemui, seharusnya Pemerintah setempat melakukan monitoring berkala ke lokasi pembangunan SPAM yang berada di lingkungan Gempol.

Sampai berita ini tayang, belum ada satu pun dari pihak pengelola kegiatan SPAM yang dapat di konfirmasi,terkait SMK3 yang di duga sengaja di abaikan. (Ohin)