Polres Langsa Gelar Press Release Tentang Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan

44

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Polres Langsa melalui Satuan Reserse Kriminal mengadakan Press Release tengtang kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di Gampong Alue Gadeng yang dilakukan tersangka SB (41).

SB (41) merupakan pelaku tunggal yang memperkosa ibu muda sedang hamil (DN) 28 dan membunuh anak korban (RNG) 9 tahun pada, Sabtu (10/10/2020) sekira pukul 02:00 Wib di rumah korban, Gampong Alue Gadeng Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.

Pada Selasa (13/10/2020) Kapolres Langsa, AKBP Giyarto, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK menyampaikan kepada awak media bahwa telah terjadi pemerkosaan ibu muda yang sedang hamil dan pembunuhan terhadap anak korban dengan status pelajar.

Kasres menjelaskan sebelum kejadian pelaku (SB) telah lama memantau kondisi rumah korban yang tergolong sepi kerena letaknya di tengah areal kebun sawit.

Lalu timbulah niat jahat (SB) karena kondisi rumah korban jauh dari pemukiman penduduk dan suami (DN) juga jarang di rumah pada malam hari karena mencari nafkah sebagai nelayan penjaring udang.

Sekira pukul 02:00 Wib, pelaku (SB) masuk ke dalam rumah korban melalui pintu depan dan mencongkel kunci pintu kayu dengan menggunakan parang yang telah di persiapkan. Pelaku yang tidak menggunakan pakaian lengkap dengan memegang parang, membuat korban (DN ) takut dan membangunkan putranya (RNG) agar dapat melarikan diri.

Melihat (RNG) berteriak pelaku (SB) panik, sehingga membacok korban (RNG) dan mengenai pundak sebelah kanan dan menebas leher korban untuk yang ke tiga kalinya, serta menusuk pundak kiri dan dada (RNG), imbuh Kasres.

Setelah membunuh anak korban (RNG) pelaku menyeret ibunya yang sedang hamil keluar dari rumah. Pelaku juga membenturkan kepala korban (DN) ke rabat beton jalan dan mencekiknya, setelah itu melakukan pemerkosaan. Saat korban pinsan pelaku kembali melakukan pemerkosaan yang kedua kalinya.

Lanjut Kasres, saat (DN) sadar, pelaku (SB) sambil mengikat tangan korban (DN) dengan menggunakan kain mengatakan kepada korban, “kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya” dan dijawab oleh korban (DN) “jangan, biar bapaknya aja yang kubur. Kemudian pelaku kembali kerumah dengan membawakan karung yang berisi korban (RNG) dan menuju ke arah sungai berjarak sekitar 3-5 Meter.

Melihat kesempatan itu korban (DN) berusaha melepaskan diri dari ikatannya yang di ikat oleh pelaku, tepatnya pada saat azan subuh dan korban berhasil di tolong oleh warga setempat.

Kini tersangka (SB) di jerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 338 Jo 340 Jo 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun Penjara dan Pasal 80 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan perempuan, ancamam maksimal 10 tahun penjara , tutup Kasres. (AA)