Pengelola Hutan Wisata Mata Kucing Batam Menyediakan Jenis-Jenis Makanan Ringan Di Lokasi Kampung Kuliner Nusantara Serta Ragam Budaya Kesenian

32
Teks Foto : Pemilik Wisata Mata Kucing Batam Netty Herawaty Didampingi sekretaris Donna dan Ketua pelaksana kampung Kuluner Nusantara Tarmizi memberikan keterangan kepada awak media dalam kegiatan di lokasi Wisata Mata Kucing Batam yang setiap minggunya digelar berbagai kegiatan tradisionil budaya berbagai macam daerah di gelar silih berganti.(Foto:Indralis)

BATAM ketikberita.com | Keunikan Dan keistimewaan Hutan Wisata Mata Kucing tidak hanya terdapat pada hewan-hewan melainkan ikan – ikan dari luar negeri seperti ikan Arwana yang ada didalamnya saja, melainkan terletak di hutannya yang asri dan alami. Kawasan wisata yang terletak di daerah Sekupang Batam ini menempati lahan seluas lebih kurang 200 hektar.

Dari total luas lahan tersebut, sekitar 10 hektar dipergunakan sebagai kawasan komersil yakni mini-zoo, arena bermain outbond, flying fox, kolam renang dan pusat Kqmpung Kuliner Nusantara.

Pengelola Hutan Wisata Mata Kucing, Netty Herawaty mengatakan kepada awak Media, tujuan utama dibukanya kawasan Hutan Wisata Mata Kucing adalah untuk melestarikan kembali jenis-jenis tanaman hutan, bukan membangun hutan.

Sedangkan hewan-hewan yang ada didalamnya hanyalah sebagai pelengkap untuk hiburan pengunjung. “Disini, hewan-hewan itu hanyalah sebagai hiasan, bukan tujuan utama. Makanya, kita menyebutnya mini-zoo, karena hewan sebagai pelengkap saja.

Kotoran yang dihasilkan akan digunakan kembali sebagai pupuk untuk pohon dan tanaman yang ada di lokasi hutan,” ungkap Netty yang saat itu didampingi sekretarisnya Donna, Minggu (4/10/ 2020) pagi.

Dikatakannya, di Hutan Wisata Mata Kucing ini pihaknya melestarikan kembali pohon-pohon langkah yang hampir punah dengan cara ditanam ulang. Adapun jenis-jenis pohonnya seperti pohon besi, pohon Pelawan, pohon bintangor dan pohon Gaharu yang merupakan pohon khusus Indonesia. “Pohon-pohon itu hampir punah, makanya kita kembang biakkan kembali disini. Dan kami telah mendapatkan sertifikasi untuk mengembangbiakkan pohon-pohon tersebut,” tegas wanita yang ahli di bidang konservasi hutan ini.

Lanjut Netty, di kawasan ini, wisatawan akan merasakan langsung sensasi dari oksigen murni yang dihasilkan dari pepohonan yang ada disekitar lokasi hutan. Fasilitas di kawasan ini terasa makin lengkap untuk liburan keluarga ketika Hutan Wisata Mata Kucing juga menyajikan sarana outbond.

Puas menikmati keberagaman satwa, pengunjung ditantang untuk berolahraga dengan permainan yang menantang adrenalin. Disini juga ada tempat expresi kebudayaan daerah Nusantara dan pada hari ini juga ulang tahun Turonggo Putro Sejiwo yang ke-2, serta juga akan menampilkan penampilan dari Daerah Nusantara. Tidak hanya itu, hutan wisata ini juga sangat mendukung wisatawan yang memiliki hobi hiking.

Jalur yang rapi dengan track yang memadai siap memandu wisatawan untuk menikmati Hutan Wisata Mata Kucing lebih dalam. “Terbaru, saat ini kami juga telah membuka track khusus untuk pecinta sepeda yang panjangnya mencapai tiga kilometer. Pasti seru, bersepeda sambil menghirup oksigen murni dan pemandangan hutan yang alami,” promonya.

Ditempat yang sama, Ketua Kampung Kuliner Nusantara, Tarmizi, mengatakan, pihaknya sengaja membangun Kampung Kuliner Nusantara di area kawasan Hutan Wisata Mata Kucing. Tujuannya adalah untuk menampung para pelaku UKM-UKM yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 ini. “Di sini di objek wisata yang alami, dengan situasi alam sehingga jelas oksigen yang kotor diganti dengan oksigen yang bersih,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pedagang yang memiliki usaha kuliner diberikan tempat untuk berjualan agar mendapat penghasilan untuk perekonomian keluarga dan juga para pengunjung mendapat objek wisata yang sehat. “Jadi, tunggu apalagi, segera ajak keluarga dan sahabat untuk mengunjungi Hutan Wisata Mata Kucing. Dijamin pasti seru,disilqin setiap minggunya diadakan pentas seni berbagai acara tari persembahan daerah.” pungkasnya.(Indralis)